AdaKami Sebut Kondisi Makro Pengaruhi Pertumbuhan Industri P2P Lending 2026

AdaKami optimis industri pinjaman daring tumbuh di 2026 didukung ekonomi makro.
Ilustrasi teknologi finansial atau fintech. / dok Freepik-macrovector
Ilustrasi teknologi finansial atau fintech. / dok Freepik-macrovector
Executive Brief
  • Kondisi makroekonomi Indonesia dipandang sebagai faktor pendukung pertumbuhan industri pinjaman daring (pindar) pada 2026, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,04% year-on-year pada Triwulan III/2025.
  • AdaKami menerapkan prinsip prudent lending dan memanfaatkan teknologi seperti e-KYC dan credit scoring berbasis AI untuk memastikan penyaluran pendanaan tepat sasaran.
  • OJK dan AFPI optimis industri pindar akan terus tumbuh positif pada 2026, didorong oleh digitalisasi pembiayaan dan inovasi produk, meskipun tantangan mitigasi risiko kredit tetap ada.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menilai kondisi makroekonomi Indonesia menjadi faktor pendukung dalam prospek pertumbuhan industri pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) pada 2026.

Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss menyebut faktor itu akan mempengaruhi penyaluran pembiayaan dan permintaan masyarakat terhadap akses pendanaan dari pindar. 

“Kami cukup optimis menyambut 2026, seiring dengan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPS, ekonomi Indonesia pada Triwulan III/2025 tumbuh 5,04% year-on-year,” katanya kepada Bisnis, Selasa (30/12/2025).

Dia meneruskan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan menjaga tingkat TWP90, perusahaan menerapkan prinsip prudent lending supaya outstanding pembiayaan tetap sejalan dengan kualitas pendanaan.

Kemudian, imbuhnya, AdaKami pun mengandalkan pemanfaatan teknologi, mulai dari proses e-KYC hingga credit scoring berbasis AI dan big data, untuk memastikan penyaluran pendanaan dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai dengan profil risiko pengguna. 

“Selain itu, AdaKami secara konsisten menjalankan program literasi dan edukasi keuangan guna mendorong penggunaan pendanaan yang lebih bijak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak terjebak penipuan online maupun praktik pinjaman ilegal,” tegasnya.

Jonathan menyampaikan bahwa program edukasi tersebut dilakukan perusahaannya melalui berbagai kanal, baik digital maupun tatap muka.

“Melalui pendekatan ini, AdaKami berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan, sekaligus berkontribusi pada penguatan ekosistem pembiayaan digital yang sehat di Indonesia,” tutupnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) outstanding pembiayaan pindar per Oktober 2025 mencapai Rp92,92 triliun, tumbuh 23,86% YoY. Kemudian, TWP90 terjaga pada level 2,76%.

Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar mengklaim angka itu menunjukkan bahwa industri terus berkembang secara sehat dan tetap relevan dengan kebutuhan pembiayaan masyarakat.

“Dengan tren ini, AFPI optimis bahwa pada 2026 industri masih akan mencatat pertumbuhan positif, terutama didorong pembiayaan produktif dan UMKM, seiring penguatan regulasi dan peningkatan kualitas penyaluran,” katanya kepada Bisnis, Jumat (12/12/2025).

Adapun, OJK memperkirakan industri pindar akan terus tumbuh positif pada 2026. Hal ini didorong oleh digitalisasi pembiayaan dan inovasi produk berbasis data alternatif.

Kendati demikian, Kepala Eksekutif Pengawas lembaga Pembiayaan, PMV, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman mengingatkan akan adanya tantangan seperti perlunya penguatan mitigasi risiko kredit dan penguatan ketahanan terhadap dinamika perekonomian.

“Sehingga penyelenggara pindar perlu melakukan langkah-langkah penguatan untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas pembiayaan,” ujarnya dalam lembar jawaban RDK November 2025, dikutip pada Selasa (30/12/2025).

Halaman
  1. 1
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

    Berita Terbaru

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    # Hot Topic

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Rekomendasi Kami

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Foto

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro