Bisnis.com, JAKARTA — PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menilai kondisi makroekonomi Indonesia menjadi faktor pendukung dalam prospek pertumbuhan industri pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) pada 2026.
Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss menyebut faktor itu akan mempengaruhi penyaluran pembiayaan dan permintaan masyarakat terhadap akses pendanaan dari pindar.
“Kami cukup optimis menyambut 2026, seiring dengan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPS, ekonomi Indonesia pada Triwulan III/2025 tumbuh 5,04% year-on-year,” katanya kepada Bisnis, Selasa (30/12/2025).
Dia meneruskan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan menjaga tingkat TWP90, perusahaan menerapkan prinsip prudent lending supaya outstanding pembiayaan tetap sejalan dengan kualitas pendanaan.
Kemudian, imbuhnya, AdaKami pun mengandalkan pemanfaatan teknologi, mulai dari proses e-KYC hingga credit scoring berbasis AI dan big data, untuk memastikan penyaluran pendanaan dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai dengan profil risiko pengguna.
“Selain itu, AdaKami secara konsisten menjalankan program literasi dan edukasi keuangan guna mendorong penggunaan pendanaan yang lebih bijak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak terjebak penipuan online maupun praktik pinjaman ilegal,” tegasnya.
Baca Juga
Jonathan menyampaikan bahwa program edukasi tersebut dilakukan perusahaannya melalui berbagai kanal, baik digital maupun tatap muka.
“Melalui pendekatan ini, AdaKami berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan, sekaligus berkontribusi pada penguatan ekosistem pembiayaan digital yang sehat di Indonesia,” tutupnya.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) outstanding pembiayaan pindar per Oktober 2025 mencapai Rp92,92 triliun, tumbuh 23,86% YoY. Kemudian, TWP90 terjaga pada level 2,76%.
Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar mengklaim angka itu menunjukkan bahwa industri terus berkembang secara sehat dan tetap relevan dengan kebutuhan pembiayaan masyarakat.
“Dengan tren ini, AFPI optimis bahwa pada 2026 industri masih akan mencatat pertumbuhan positif, terutama didorong pembiayaan produktif dan UMKM, seiring penguatan regulasi dan peningkatan kualitas penyaluran,” katanya kepada Bisnis, Jumat (12/12/2025).
Adapun, OJK memperkirakan industri pindar akan terus tumbuh positif pada 2026. Hal ini didorong oleh digitalisasi pembiayaan dan inovasi produk berbasis data alternatif.
Kendati demikian, Kepala Eksekutif Pengawas lembaga Pembiayaan, PMV, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman mengingatkan akan adanya tantangan seperti perlunya penguatan mitigasi risiko kredit dan penguatan ketahanan terhadap dinamika perekonomian.
“Sehingga penyelenggara pindar perlu melakukan langkah-langkah penguatan untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas pembiayaan,” ujarnya dalam lembar jawaban RDK November 2025, dikutip pada Selasa (30/12/2025).