BI: Kredit Perbankan Januari Tumbuh 9,96%, Undisbursed Loan Rp2.506,47 Triliun

Bank Indonesia melaporkan kredit perbankan tumbuh 9,96% YoY pada Januari 2026, dengan undisbursed loan Rp2.506,47 triliun. Pertumbuhan didukung oleh peningkatan ekonomi dan kebijakan moneter.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (28/7/2025). / Bisnis-Himawan L. Nugraha
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (28/7/2025). / Bisnis-Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96% secara tahunan (year on year/YoY), sedikit meningkat dibandingkan dengan Desember 2025 9,69%. 

BI juga mencatat fasilitas yang belum ditarik atau undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65% dari plafon kredit yang tersedia. 

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pertumbuhan didukung oleh kredit investasi tumbuh 22,38%, kredit modal kerja 4,13%, dan kredit modal kerja 6,58%. 

“Perkembangan positif kredit ini didukung peningkatan kegiatan ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia serta realisasi program prioritas pemerintah, ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil RDG Bulanan Februari 2026, Kamis (19/2/2026).

Dia bilang ke depan prospek pertumbuhan kredit masih cukup kuat didorong permintaan dan penawaran. "Dari sisi permintaan pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat terus ditingkatkan terutama untuk fasilitas pinjaman yang belum digunakan alias undisbursed loan yang masih cukup besar," sebutnya

Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai ditopang oleh rasio Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang meningkat menjadi sebesar 27,54% dan DPK tumbuh 13,48% pada Januari 2026. 

Selain itu, Perry menyebut minat penyaluran kredit perbankan terus membaik tercermin dari persyaratan pemberian kredit yang longgar kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM karena masih adanya risiko kredit pada kedua segmen tersebut. 

"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 pada kisaran 8% sampai 12%," pungkasnya.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro