Kamis, 31 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

RAPBN-P 2013: Kementerian ESDM Belum Akan Usulan IPC Naik

Lili Sunardi   -   Rabu, 08 Mei 2013, 13:21 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum akan mengusulkan kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) dalam RAPBN-P2013.

Edy Hermantoro, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, mengatakan masih akan melihat tren ICP dalam 3 bulan mendatang, sebelum memutuskan usulan perubahan asumsi ICP dalam RAPBN-Perubahan 2013. Alasannya, rata-rata ICP terus menurun.

“Awal Mei kan turun sampai US$98 per barel. Ini sudah saya laporkan kepada pimpinan dan sebagai indikasi ICP sedang turun. Ini sudah kami prediksi sebetulnya, khususnya dengan adanya perkembangan shale gas di belahan bumi utara,” katanya di Jakarta, Rabu (8/5).

Seperti diketahui, realisasi rata-rata ICP pada April 2013 mencapai US$100,19 per barel, atau turun US$7,23 per barel dibandingkan dengan rata-rata ICP Maret 2013 yang sebesar US$107,42 per barel.

Sedangkan rata-rata ICP pada Februari 2013 mencapai US$114,86 per barel, dan rata-rata ICP pada Januari 2013 mencapai US$111,07 per barel.

Edy mengungkapkan saat ini pihaknya masih membahas dengan Kementerian Keuangan terkait dengan asumsi ICP. “Asumsi dalam APBN kan US$100 per barel, sebelumnya muncul usulan US$110 per barel. Saat ini sedang dikaji kembali apakah akan tetap diusulkan dengan tren ICP saat ini.”

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini mengusulkan asumsi ICP sebesar US$100 hingga US$105 per barel dalam RAPBN-P 2013. (mfm)


Editor : Fatkhul Maskur

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.