Rabu, 01 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BI Bentuk Lembaga dan Kajian Ekonomi Keuangan KTI

Amri Nur Rahmat   -   Kamis, 13 Maret 2014, 17:40 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, MAKASSAR - Bank Indonesia Wilayah I Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) membentuk lembaga informasi dan kajian ekonomi keuangan untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Pembentukan lembaga tersebut diharapkan menjadi pusat informasi yang mampu memberikan kontribusi kredibel untuk pembangunan ekonomi dan keuangan di regional timur Indonesia.

Kepala Kantor BI Wilayah I Sulampua Suhaedi mengemukakan disparitas perkembangan ekonomi antara wilayah barat dan timur Indonesia menjadi latar belakang dibentuknya lembaga yang secara resmi terbentuk pada 12 Maret 2014.

"Lembaga ini menjadi yang pertama di Indonesia dengan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah se-Sulampua, lembaga penelitian serta perorangan yang memiliki kapasitas atau pengalaman akademis," katanya, Kamis (13/3/2014).

Menurutnya, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sebelumnya untuk mendukung pembentukan lembaga itu, diantaranya pendirian forum riset Sulampua, membangun database ekonomi dan keuangan KTI, seminar hingga edukasi kepada seluruh pihak terkait.

Adapun, program kerja lembaga tersebut meliputi inventarisasi seluruh hasil riset terkait pembangunan ekonomi dan keuangan Sulampua, mendiseminasikan hasil riset, serta ikut membantu sosialisasi kebijakan pemerintah yang mendorong pembangunan ekonomi dan keuangan di regional timur.


Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.