Xi Jinping Pilih Ekonomi Terbuka & Pangkas Tarif Impor Tahun Ini

Presiden China Xi Jinping berjanji untuk membuka sektor-sektor ekonomi negeri Tirai Bambu lebih lanjut serta menurunkan tarif impor terhadap sejumlah produk termasuk mobil.
Renat Sofie Andriani | 10 April 2018 12:34 WIB
Presiden AS Donald Trump berinteraksi dengan Presiden China Xi Jinping di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS, 6 April 2017. - .Reuters/Carlos Barria TPX

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden China Xi Jinping berjanji untuk membuka sektor-sektor ekonomi negeri Tirai Bambu lebih lanjut serta menurunkan tarif impor terhadap sejumlah produk termasuk mobil.

Berpidato dalam Boao Forum for Asia di selatan Provinsi Hainan pada hari ini, Selasa (10/4) waktu setempat, Xi juga menyatakan China akan secara tajam memperluas akses pasar bagi investor asing.

Ini merupakan keluhan utama dari mitra-mitra dagang negara itu serta titik pertikaian bagi pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang telah mengancam pengenaan tarif impor senilai miliaran dolar AS terhadap barang-barang asal China.

Pidato tersebut telah diantisipasi secara luas sebagai salah satu pidato utama Xi dalam setahun. China disebutnya akan menaikkan batas kepemilikan asing pada sektor automobile sesegera mungkin serta mendorong langkah-langkah yang diumumkan sebelumnya untuk membuka sektor finansial.

“Tahun ini, kami akan mengurangi tarif impor untuk produk mobil, dan pada saat yang sama mengurangi tarif impor terhadap beberapa produk lain,” kata Xi, seperti dikutip Reuters, Selasa (10/4/2018).

Selain itu, Xi Jinping juga menyoroti pentingnya perdamaian dan kerja sama dengan negara lain. Mental Perang Dingin (Cold War) dan isolasionisme disebutnya telah usang dimakan waktu.

Kelompok bisnis asing pun menyambut hangat komitmen Xi untuk reformasi, termasuk janji untuk memperkuat tindak hukum terhadap pelanggaran intelektual properti, meski berpendapat bagian tentang itu kurang spesifik.

Jonas Short, head of Beijing office di Everbright Sun Hung Kai, mengatakan pasar bereaksi positif terhadap pidato Xi karena melihat hal itu sebagai pelonggaran ketegangan perdagangan. Namun ia tetap menyuarakan kehati-hatian tentang kemungkinan reformasi tersebut.

“China membuka sektor-sektor dimana mereka sudah memiliki keunggulan yang berbeda, atau justru cengkeraman atas sektor ini,” kata Short, merujuk pada industri perbankan China yang didominasi oleh pemain domestik.

Poin-poin dalam pidato Xi Jinping tersebut dipandang sebagai bentuk perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS).

Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuturkan optimisme dapat mencapai kesepakatan dengan China untuk menyelesaikan sengketa perdagangan di antara kedua negara.

“China akan mengurangi hambatan perdagangannya karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Pajak akan menjadi timbal balik & kesepakatan akan dilakukan terhadap Kekayaan Intelektual. Masa depan yang luar biasa untuk kedua negara!” tulis Trump dalam akun Twitternya.

Tag : xi jinping, Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top