Harga Pangan Mulai Bayangi Inflasi Desember 

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan kenaikan pada minggu pertama banyak disumbang oleh kelompok volatile food atau pangan bergejolak.
Hadijah Alaydrus | 07 Desember 2018 14:42 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyampaikan keterangan pers, di Jakarta, Selasa (23/10/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Survei Perkiraan Harga (SPH) Bank Indonesia pada minggu ke-I Desember mencatat inflasi sebesar 0,30%.

Sementara itu, laju inflasi tahun kalender (year to date/ytd) dan keseluruhan (year on year/yoy) mencapai 2,81%.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan kenaikan pada minggu pertama banyak disumbang oleh kelompok volatile food atau pangan bergejolak.

"Apa yang naik di minggu pertama secara bulan ke bulan, yaitu telur ayam ras 8,5%, bawang merah 6,6%, wortel 11,6%, kacang panjang 7,1%," papar Mirza saat ditemui di Komplek Gedung Bank Indonesia, Jumat (7/12).

Dari data BI, telur ayam ras menyumbang andil inflasi cukup besar yakni 0,06%. Selain itu, bawang merah sebesar 0,03% dan daging ayam ras 0,02%.

Dari kelompok administered prices atau harga yang diatur pemerintah, tarif tiket udara tercatat menjadi kontributor inflasi minggu pertama dengan laju kenaikan harga sebesar 3,76% dan andil sebesar 0,04%.

Adapun, komoditas yang mengalami deflasi a.l. daging sapi sebesar 0,08%, udang basah 0,32% dan ikan kembung 0,54%.

Komoditas lain yang mengalami deflasi adalah emas dan perhiasan, yakni sebesar 1,72%. Jika inflasi pada Desember bisa dijaga dikisaran 0,30%, inflasi tahun 2018 dapat berada di bawah 3%. 

"Berarti kita bagus sekali bisa menjaga inflasi tiga tahun ini di sekitar 3% dan tahun ini bisa di bawah 3%," ujar Mirza.

Tantangan inflasi pada Desember ini adalah banyaknya aktivitas ekonomi disebabkan oleh belanja Natal dan libur Tahun Baru. 

Oleh sebab itu, Bank Indonesia dan pemerintah perlu menjaga inflasi bahan makanan agar tetap rendah. Menurut Mirza, BI selalu memperhatikan dua hal dalam menjaga suku bunga, inflasi dan nilai tukar.

"Kalau inflasi bisa terjaga, paling tidak faktor yang mempengaruhi suku bunga kita bisa kendalikan," kata Mirza.

Tag : Inflasi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top