Artajasa layani TKI di Hong Kong

HONG KONG: PT Artajasa Pembayaran Elektronis bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi asal Hong Kong, Shinetown Multimedia Services Ltd, meluncurkan layanan GoldREX-ATM Bersama.
Renat Sofie Andriani | 26 Desember 2010 12:08 WIB

HONG KONG: PT Artajasa Pembayaran Elektronis bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi asal Hong Kong, Shinetown Multimedia Services Ltd, meluncurkan layanan GoldREX-ATM Bersama.

Layanan GoldREX-ATM Bersama ini merupakan suatu layanan yang memungkinkan pekerja Indonesia di Hong Kong untuk melakukan pengiriman uang (remitansi) ke seluruh bank yang tergabung dakam jaringan ATM Bersama yang saat ini berjumlah 75 bank, melalui sambungan telpon selular.

Dengan menggunakan layanan ini, pengiriman uang dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, tanpa mengantri karena dilakukan melalui telpon selular, dan dana yang akan diterima di rekening tujuan sampai pada saat itu juga (real time online).

Kami sebagai perusahaan nasional Indonesia yang bergelut di dunia remitansi mengajak pekerja Indonesia di Hong Kong untuk belajar menyimpang uang di bank, agar jerih payah mereka selama bekerja tidak sia-sia, ujar Arya Damar, Direktur Utama Artajasa, di sela-sela launching GoldREX-ATM Bersama, di Hong Kong, hari ini.

Untuk menikmati layanan ini, pengirim dapat melakukan registrasi di gerai Shine Club, melengkapi data diri dan dokumen pendukung, serta maksimal lima nomor rekening tujuan pengiriman uang, di mana pengiriman dilakukan dengan menyetor dana terlebih dahulu di gerai 7 Eleven dan selanjutnya pengiriman dapat dilakukan melalui telpon selular.

Di tempat yang sama, CEO Shinetown, James Lam, menyebutkan bahwa perusahaan telekomunikasi itu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan untuk market segmen Indonesia di Hong Kong, di mana Shinetown menggabungkan dua hal, yakni komunikasi dan remitansi melalui mobile remittance.

Saat ini, masih banyak pekerja yang melakukan pengiriman uang ke Indonesia melalui perusahaan penyelenggara di luar bank yang dimiliki pihak asing maupun perusahaan yang tidak resmi, di mana dana ini diterima langsung oleh penerima secara tunak, bukan melalui bank atau perusahaan penyelenggara pengiriman yang resmi.

Di Hong Kong, misalnya, berdasarkan data dari Konsulat Jenderal RI di Hong Kong terdapat lebih dari 300.000 WNI, baik pekerja maupun WNI yang bermukim di kawasan itu, yang jika masing-masingnya saja mengirimkan dana Rp5 juta, maka ada sekitar Rp1,5 triliun dana yang langsung diterima secara tunai. (swi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top