Rupiah Melemah, Harga di Tingkat Grosir Naik

Pelemahan kurs rupiah melampaui Rp10.000 per dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir membuat harga bahan baku di tingkat grosir naik hingga 1,1% pada November 2013. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat andil kenaikan harga bahan baku impor terhadap kenaikan indeks harga perdagangan besar (IHPB) harga bahan baku mencapai 0,56%.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 02 Desember 2013  |  17:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan kurs rupiah melampaui Rp10.000 per dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir membuat harga bahan baku di tingkat grosir naik hingga 1,1% pada November.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat andil kenaikan harga bahan baku impor terhadap kenaikan indeks harga perdagangan besar (IHPB) harga bahan baku mencapai 0,56%.

Barang impor yang mengalami kenaikan, a.l. kelompok kapas serta kelompok karet dan barang dari karet.

“Kenaikan IHPB bahan baku utamanya disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku impor,” kata Kepala BPS Suryamin, Senin (2/12/2013).

Tak hanya bahan baku, depresiasi rupiah juga berpengaruh terhadap harga barang modal dan barang konsumsi di tingkat grosir.

Kenaikan harga barang impor memberi andil 0,11% terhadap perubahan IHPB barang modal  yang 0,52%. Kenaikan barang impor pun memberi andil 0,01% terhadap IHPB barang konsumsi yang 0,11%.

Barang modal impor yang mengalami kenaikan harga, a.l. kelompok mesin/peralatan listrik dan mesin/pesawat mekanik. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
depresiasi rupiah, indeks harga perdagangan besar

Editor : Fatkhul-nonaktif

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup