BBM Naik, JK Sebut Tak Perlu Diumumkan Besar-besaran

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan rumusan penaikan harga BBM Premium Rp200/liter sudah diumumkan oleh pemerintah dan menjadi hal rutin yang tidak perlu lagi diumumkan secara besar-besaran.
Ana Noviani | 02 Maret 2015 19:42 WIB
Dampak perubahan asumsi APBN 2015. - Bisnis

 

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan rumusan penaikan harga BBM Premium Rp200/liter sudah diumumkan oleh pemerintah dan menjadi hal rutin yang tidak perlu lagi diumumkan secara besar-besaran.

Per 1 Maret 2015, Kementerian ESDM menaikkan harga jual BBM jenis Premium dari Rp6.600/liter menjadi Rp6.800/liter. Adapun harga BBM subsidi jenis solar diputuskan tetap Rp6.400/liter, sedangkan harga minyak tanah tetap Rp2.500/liter.

Namun, kali ini kenaikan harga Premium dilakukan tanpa pengumuman dari Istana, seperti yang dua kali terjadi sebelumnya. JK berdalih, saat ini, penyesuaian harga BBM per dua minggu merupakan hal yang rutin.

"Ya Kan ini sudah rutin, kan rumusannya sudah diumumkan," katanya di kantor Wapres, Senin (2/3/2015).

JK memaparkan pemerintah telah menetapkan kebijakan subsidi tetap pada BBM jenis solar sebesar Rp1.000/liter, sedangkan BBM premium tidak lagi disubsidi dan harganya disesuaikan dengan tingkat keekonomiannya.

"Jadi kalau naik lagi harga minyak dunia, ya harga BBM naik lagi. Itu sudah persetujuan bersama dan sudah diumumkan ke masyarakat. Tidak perlu, naik-turunnya diumumkan," imbuhnya.

Kementerian ESDM menjelaskan rata-rata harga indeks pasar minyak solar (MOPS gasoil) sepanjang Februari 2015 mengalami kenaikan pada kisaran US$62-74 per barel, sedangkan MOPS premium mengalami kenaikan pada kisaran US$55-70 per barel. ‎

Dengan pergerakan harga minyak tersebut, seharusnya harga BBM jenis solar perlu dinaikkan. Namun, demi kestabilan perekonomian nasional, pemerintah memutuskan harga solar tetap, sedangkan premium naik Rp200/liter.

Tag : Harga BBM, kenaikan bbm
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top