Kota Pontianak Deflasi 0,15% April 2016

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Kota Pontianak mengalami deflasi -0,51%, karena penurunan pada 3 kelompok pengeluaran dan kenaikan 3 kelompok pengeluaran.
Yanuarius Viodeogo | 02 Mei 2016 22:21 WIB
Pertalite, produk bensin baru dari Pertamina - Antara/M. Agung Rajasa

Bisnis.com, PONTIANAK - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Kota Pontianak mengalami deflasi -0,51%, karena penurunan pada 3 kelompok pengeluaran dan kenaikan 3 kelompok pengeluaran.

Kepala BPS Kalbar Pitono mengatakan, kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar -0,85%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mencapai -0,13% dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -2,10%.

"Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan yaitu, kelompok makanan jadi, minuman rokok, dan tembakau sebesar 0,32%," kata Pitono, Senin (2/5/2016).

Pengeluaran lainnya, kata dia, yang mengalami kenaikan adalah kelompok sandang 0,28%, kelompok kesehatan sebesar 0,28%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan.

Pitono mengutarakan, komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi secara berurutan pada April 2016 adalah bawang merah, wortel, bawang putih, minyak goreng, mobil, pisang, kontrak rumah, apel, tomat sayur, dan udang basah.

Adapun, lanjut dia, komoditas yang mengalami penurunan harga tertinggi secara berurutan adalah bensin, daging ayam ras, sawi hijau, angkutan udara, tarif listrik, cabai rawit, kacang panjang, ikan gembung, kangkung, dan telur ayam ras.

"Bulan lalu, Kota Pontianak mengalami deflasi juga yang mencapai -0,08%. Sementara, tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 3,82%," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bps

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top