Prospek Ekonomi: Infrastruktur Jadi Penopang

Sektor infrastuktur menjadi salah satu faktor yang membuat prospek perekonomian di Indonesia dan regional Asean tetap kinclong untuk jangka panjang.
Ropesta Sitorus | 23 Maret 2017 18:32 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor infrastuktur menjadi salah satu faktor yang membuat prospek perekonomian di Indonesia dan regional Asean tetap kinclong untuk jangka panjang.
"Dalam lima tahun ini, Asean akan booming infrastruktur," kata CEO Maybank Kim Eng Group John Chong saat ditemui di sela-sela konferensi Invest Asean Singapura, baru-baru ini.

John memperkirakan investasi infrastruktur Asean-6 yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan Vietnam mencapai US$600 miliar dalam rentang 2016-2020, atau bertumbuh sekitar US$120 miliar per tahun.

Mayoritas atau sekitar 92% dari total pembiayaan tersebut dibelanjakan ke proyek-proyek yang berkaitan dengan konektivitas seperti jalan, tol, bandara, pelabuhan, sektor kelistrikan dan air.

Adapun, khusus Indonesia, pembiayaan infrastruktur diproyeksikan bakal mencapai 30%-35% dari jumlah tersebut. Hal ini membuat Indonesia menjadi pasar yang menarik bagi investor untuk berinvestasi, termasuk bagi Maybank yang fokus pada pembiayaan proyek infrastruktur.

Beberapa deal yang dilakukan Maybank tahun lalu antara lain berupa MTN kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Tbk. senilai US$100 juta dan sindikasi pembiayaan proyek pada PT Mabar Elektrindo senilai US$410 juta.

Lebih lanjut, menurut John, segmen infrastruktur memerlukan pembiayaan dengan tingkat bunga rendah, jangka waktu panjang dengan rentang 10 hingga 30 tahun, serta sebaiknya dalam denominasi rupiah guna meminimalisir kerugian akibat volatilitas kurs.

Oleh karena itu, kebutuhan belanja infrastruktur tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pembiayaan perbankan.

"Perbankan memiliki dua keterbatasan, lending limit dan keterbatasan jangka waktu karena biasanya untuk jangka pendek. Makanya saya kira pemerintah Indonesia perlu mendorong pengembangan pasar sukuk yang lebih cocok untuk membantu pembiayaan proyek Infrastruktur di Indonesia," kata John.

Direktur Global Banking PT Bank Maybank Indonesia Eri Budiono dalam kesempatan terpisah menuturkan pihaknya juga memiliki komitmen yang tinggi untuk terlibat dalam pembiayaan infrastruktur di dalam negeri.

"Perkirakaan kami sampai semester 1/2017 ini booking untuk infrastruktur bisa mencapai satu per tiga dari total kredit Maybank," katanya.

Eri menyebutkan keterlibatan pihaknya dalam sindikasi pembiayaan untuk konstruksi telah mengerek pertumbuhan kredit hingga 7% pada tiga bulan pertama di tahun ini.

Aksi ternyar Bank Maybank yakni ikut dalam pembiayaan modal kerja bersama tujuh bank lain ke PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, untuk memfasilitasi pembangunan tol Balikpapan-Samarinda dan tol Soreang - Pasir Koja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
maybank

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top