Skema PINA Direalisasikan, China Huaqing Housing Siap Gelontorkan US$30 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA Untuk mengatasi kekurangan (backlog) perumahan di Indonesia, perusahaan infrastruktur asal Tiongkok, China Huaqing Housing Holding Co.Ltd, siap menggelontorkan pembiayaan sekitar US$20 miliar-US$30 miliar.
Hadijah Alaydrus | 18 September 2017 18:05 WIB
Suasana di proyek perumahan bersubsidi di Bogor, Jawa Barat, Senin (4/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Untuk mengatasi kekurangan (backlog) perumahan di Indonesia, perusahaan infrastruktur asal Tiongkok, China Huaqing Housing Holding Co.Ltd, siap menggelontorkan pembiayaan sekitar US$20 miliar-US$30 miliar.

Rencana ini merupakan bagian dari komitmen yang telah dibicarakan dalam Belt and Road Forum di China beberapa bulan lalu.

Kini, komitmen tersebut dituangkan ke dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan dengan Huaqing Housing Holding Co.Ltd. untuk Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA).

Direktur Huaqing Housing Holding Co.Ltd Chunyu Zhu mengungkapkan pihaknya ingin membantu mengatasi backlog perumahan di Indonesia.

"Tujuan utamanya, setelah penandatanganan MoU ini, kami akan secepatnya merealisasikan kekurangan perumahan tersebut dengan menawarkan teknologi yang kami punya," ungkapnya selepas penandatanganan MoU di kantor Bappenas, Senin (18/9).

Menurut Zhu, teknologi Assembly Building System (ABS) Construction Technology yang ditawarkan perusahaan memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan sistem serupa yang dikembangkan oleh negara lain seperti Kanada, Italia, dan Jepang. Selain itu, sistem ABS ini memungkinkan konstruksi rumah tinggal tahan akan api, angin dan gempa hingga 99 skala richter. 

"Dan ini tahan lamanya itu tidak hanya 10-20 tahun, tapi bisa sampai 50-100 tahun," tutur Zhu.

Sebagai tahap awal, pihaknya akan membangun sebanyak 100 rumah contoh di Indonesia. Terkait lokasi, dia menuturkan perusahaan harus berdiskusi kembali dengan Bappenas karena pemerintah Indonesia yang berhak memutuskannya.

Selain proyek perumahan, pihaknya juga mampu membangun infrastruktur lain seperti jalan tol dan jalan raya. Namun, lagi-lagi, proyek mana yang disasar menunggu keputusan pemerintah Indonesia. 

Tag : backlog perumahan
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top