FED MINUTES: Bank Sentral Masih Sinyalkan Kenaikan Suku Bunga pada Desember

Pejabat Federal Reserve yang bertemu awal bulan ini melihat adanya potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, karena kekhawatiran stabilitas keuangan terpangkas.
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 November 2017 06:19 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pejabat Federal Reserve yang bertemu awal bulan ini melihat adanya potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,  karena kekhawatiran stabilitas keuangan terpangkas.

"Banyak pembuat kebijakan berpikir bahwa kenaikan Fed Funds Rate kemungkinan akan diperlukan dalam waktu dekat jika informasi yang masuk membuat prospek jangka menengah secara luas tidak berubah," menurut risalah pertemuan Federal Open Market Committee 31 Oktober-1 November lalu, yang dirilis Rabu (22/11/2017) waktu setempat.

Dilansir Bloomberg, Federal Reserve mempertahankan tingkat suku bunga pada pertemuan tersebut namun diperkirakan akan menaikkannya bulan depan karena mereka akan melanjutkan pengetatan bertahap. Pengangguran berada pada titik terendah dalam 16 tahun, meskipun inflasi tetap di bawah target 2% mereka.

Risalah pertemuan tersebut menunjukkan bahwa walaupun pejabat Fed tetap percaya diri pada pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi yang di atas tren, beberapa lainnya mencari tanda kuat bahwa kenaikan harga akan meningkat.

Beberapa pembuat kebijakan bahkan ingin melihat inflasi ang meningkat sebelum menaikkan suku bunga lagi, yang menggarisbawahi perpecahan pendapat yang terus-menerus terjadi di The Fed.

Setelah rilis The Fed Minutes ini, saham tetap turun, dolar melemah dan yield obligasi dua tahun merosot. Dengan kenaikan suku bunga the Fed hampir pasti terjadi pada Desember, peluang dari kenaikan suku bunga lain pada bulan Maret mencapai sekitar 55%.

The Fed telah memproyeksikan tiga kali kenaikan suku bunga di tahun 2018, namun pandangan tersebut dapat ditinjau kembali jika data ekonomi gagal memenuhi ekspektasi mereka.

Analis mengamati dengan saksama sinyal bahwa pejabat bank sentral akan menurunkan pandangan mereka saat mereka memberikan proyeksi ekonomi pada pertemuan selanjutnya pada 12-13 Desember mendatang..

"Sudah cukup jelas bahwa akan ada kesepakatan pada pertemuan Desember mendatang,” kata Omair Sharif, ekonom senior AS di Societe Generale, seperti dikutip Bloomberg.

"Tidak ada hal dalam risalah tersebut yang menandakan bahwa bahwa jalur kenaikan suku bunga akan berbeda dari apa yang telah dibicarakan dalam pertemuan pertemuan bulan September. Tidak ada yang  berubah, mereka hanya membahas sedikit lagi," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
federal reserve

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top