TARIF LISTRIK: PLN Minta Harga Khusus Batu Bara

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meminta kepada Presiden Joko Widodo agar ada arahan untuk menurunkan harga batu bara dalam negeri (domestic market obligation/DMO) hingga US$60 per metrik ton guna mencegah kenaikan tarif listrik.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 01 Februari 2018  |  11:23 WIB
TARIF LISTRIK: PLN Minta Harga Khusus Batu Bara
Direktur Utama PLN Sofyan Basir memberi paparan dalam acara penandatanganan perjanjian kredit investasi konvensional dan pembiayaan investasi syariah Tahun 2017 di Jakarta, Kamis (2/11). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meminta kepada Presiden Joko Widodo agar ada arahan untuk menurunkan harga batu bara dalam negeri (domestic market obligation/DMO) hingga US$60 per metrik ton guna mencegah kenaikan tarif listrik.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan bahwa sekitar 60% produksi listrik PLN berasal dari batu bara sehingga fluktuasi harga baru bara sangat berpengaruh bagi kinerja perseroan.

“Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah mendukung untuk menurunkan harga DMO. Kami ingin ini [penyesuaian harga] berjalan pada Januari lalu, tapi berharap Februari bisa segera diputuskan,” ucapnya ketika ditemui di Istana Negara, Kamis (1/2/2018).

Saat ini, dia menyebutkan harga batu bara global sudah mendekati US$100 per metrik ton selama 6 bulan terakhir, atau naik hampir 40% dari harga normal US$60 per metrik ton.

Sebaliknya, PLN masih memiliki tugas untuk meningkatkan elektrifikasi di kawasan Indonesia timur yakni Papua, NTT, dan Maluku.

“Batu bara ini milik negara, kepentingan bangsa nomer 1. Batu bara harus dengan harga keekonomian supaya industri juga kompetitif dan investasi berjalan dengan baik,” tambahnya.

Jika harga batu bara bisa diatur dengan baik, maka tarif listrik tidak perlu dinaikkan dan harga bahan baku tidak perlu lagi terus menggerus marjin PLN. Sebagai gantinya, PLN bisa fokus untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia.

Secara umum, dia mengungkapkan kebutuhan batu bara PLN hanya berkisar 80 juta ton-90 juta ton dari total produksi nasional mencapai 470 juta ton. Ini artinya, PLN hanya membutuhkan suplai batu bara sekitar 25% dari total produksi nasional.

Permintaan harga khusus tersebut diyakini tidak akan mengganggu produksi dalam negeri karena kebutuhan PLN tidak besar dan PLN juga memiliki tugas untuk menjaga kestabilan harga listrik di Tanah Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top