Tertekan 24 Saham, Jakarta Islamic Index Ditutup Melemah 1,20%

JII ditutup melemah 1,20% atau 9,49 poin di level 780,60 setelah dibuka dengan pelemahan 1,76% atau 13,91 poin di level 776,18. Adapun pada perdagangan Jumat (2/2), JII berakhir menguat 0,58% atau 4,58 poin di posisi 790,09.
Aprianto Cahyo Nugroho | 05 Februari 2018 16:57 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (26/1/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (5/2/2018).

JII ditutup melemah 1,20% atau 9,49 poin di level 780,60 setelah dibuka dengan pelemahan 1,76% atau 13,91 poin di level 776,18. Adapun pada perdagangan Jumat (2/2), JII berakhir menguat 0,58% atau 4,58 poin di posisi 790,09.

Sepanjang perdagangan hari ini, JII bergerak di kisaran 771,88-787,31. Dari 30 saham syariah yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 4 saham syariah menguat, 24 saham melemah, dan 2 saham stagnan.

Saham PT Astra International Tbk (ASII) yang melemah 2,01% menjadi penekan utama terhadap pelemahan JII hari ini, diikuti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melemah 1,64%.

Sejalan dengan JII, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,59% atau 39,14 poin di level 6.589,67, setelah dibuka dengan pelemahan 1,09% atau 72,14 poin di level 6.556,68.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.522,54– 6.612,45. Dari 571 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 123 saham menguat, 254 saham melemah, dan 194 saham stagnan.

Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, didorong oleh sektor aneka industri yang merosot 1,86%, disusul sektor industri dasar dengan pelemahan 1,84%.

 Saham-saham syariah yang menekan indeks JII hari ini:

Kode

(%)

ASII

-2,01

UNVR

-1,64

TPIA

-2,31

UNTR

-1,59

Saham-saham syariah yang mendorong indeks JII hari ini:

Kode

(%)

ADRO

+2,02

TLKM

+0,25

SCMA

+0,71

INDF

+0,32

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : indeks syariah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top