BTN Raup Laba Rp3,02 Triliun Pada 2017

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. pada 2017 membukukan laba bersih senilai Rp3,02 triliun, naik 15,59% dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,61 triliun.
Puput Ady Sukarno | 13 Februari 2018 15:19 WIB
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. pada 2017 membukukan laba bersih senilai Rp3,02 triliun, naik 15,59% dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,61 triliun.

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh penyaluran kredit dan pembiayaan BTN yang naik 21,01% (year on year/yoy) dari Rp164,44 triliun pada Desember 2016 menjadi Rp198,99 triliun pada Desember 2017.

Pertumbuhan kredit tersebut tercatat berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Data Bank Indonesia menunjukkan per Desember 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh di level 8,2% (yoy).

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan perseroan terus berupaya melakukan transformasi dan inovasi menjalankan bisnis, terutama dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah untuk menjangkau semakin banyak masyarakat Indonesia memiliki hunian yang terjangkau.

“Dengan berbagai transformasi dan inovasi dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, BTN sukses mencetak laba bersih senilai Rp3,02 triliun dan penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 21,01% atau di atas rata-rata industri perbankan nasional,” tutur Maryono dalam Press Conference Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal IV/2017 di Menara BTN, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, sebagai bank penyalur Program Satu Juta Rumah milik Pemerintahan Presiden Joko Widodo, Maryono menjelaskan, kredit perumahan masih mendominasi komposisi pinjaman BTN sepanjang 2017 atau mencapai 90,07% dari total pinjaman yang disalurkan perseroan.

Per Desember 2017, kredit perumahan yang disalurkan perseroan juga naik 21,14% yoy dari Rp147,94 triliun menjadi Rp179,22 triliun.

Di segmen kredit perumahan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) emiten bersandi saham BBTN ini pun terkerek naik sebesar 23,26% yoy dari Rp117,3 triliun pada kuartal akhir 2016 menjadi Rp144,58 triliun di periode yang sama tahun berikutnya.

Kenaikan tersebut juga terpantau berada di atas rata-rata industri perbankan. Bank sentral merekam, hingga akhir 2017, pertumbuhan KPR dan KPA industri perbankan nasional hanya sebesar 11,4% yoy.

Dengan penyaluran tersebut, BTN juga tercatat masih menguasai pasar KPR di Indonesia dengan pangsa sebesar 36,3%.

Kemudian, di segmen KPR Subsidi, BTN menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 95,42%.

Maryono memaparkan, KPR Subsidi mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 32,45% yoy dari Rp56,83 triliun menjadi Rp75,27 triliun pada Desember 2017.

KPR Non-Subsidi pun tercatat naik 14,62% yoy menjadi Rp69,3 triliun pada akhir 2017 dari Rp60,46 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag : btn
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top