Fed Rate Diprediksi Naik Lebih dari 3 Kali, Rupiah Masih Aman Bergejolak

FED fund rate diperkirakan naik lebih dari 3 kali, dan Bank Indonesia pastikan kehadirannya dalam pasar nilai tukar.
M. Richard | 16 Februari 2018 12:34 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA -- FED fund rate diperkirakan naik lebih dari 3 kali, dan Bank Indonesia pastikan kehadirannya dalam pasar nilai tukar.

"Statement yang dibaca dari laporan tentang ekonomi Amerika, diduga akan ada kemungkinan [kenaikan FED fund rate] lebih dari 3 kali," kata Gubernur BI Agus Mawtowardojo dalam Konfrensi Pers BI di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Menurutnya, ekspektasi tersebut yang membuat terjadinya instability di pasar keuangan beberapa negara. "Jadi ini adalah periode yang di negara-negara maju bunga akan cenderung meningkat,"

Jadi Agus menambahkan, era suku bunga murah di negara-negara maju sejak 2009 sampai 2015 telah berakhir.

Agus mengatakan dampak dari instability tersebut juga dirasakan di Indonesia, dengan melemah nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Pihaknya masih memperkirakan akan terjadi beberapa gejolak nilai tukar, tetapi Agus mengatakan, resiko tersebut masih dapat ditanggulangi oleh BI.

"Bunga akan dinaikkan itu kira-kira pada bulan Maret, Juli, dan Desember. Dan menjelang bulan-bulan tersebut akan terjadi volatilitas," jelasnya.

Namun, gejolak tersebut akan selalu dapat ditanggulangi oleh BI, karena BI akan selalu ada dipasar dan memastikan nilai tukar mencerminkan ekonomi Indonesia.

"BI pasti akan hadir jika nilai tukar Rupiah tidak sejalan dengan fundamental kita," pungkasnya.

Sekedar informasi, kehadiran BI dalam mengintervensi nilai tukar bukanlah opsi pertama yang akan dipilih otoritas moneter, hanya saja pilihan tersebut perlu diambil guna mengurangi gejolak yang terlalu berlebihan di pasar nilai

Tag : Rupiah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top