Bank Indonesia Angkat Asumsi Harga Minyak Tahun Ini

Bank Indonesia merevisi perkiraan harga rata-rata minyak dunia dari lebel US$51 per barel menjadi US$60 per barel sepanjang 2018.
Hadijah Alaydrus | 21 Februari 2018 15:44 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memberikan pandangannya pada acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2018 di Jakarta, Rabu (7/2 - 2018).ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia mengangkat perkiraan harga rata-rata minyak dunia dari level US$51 per barel menjadi US$60 per barel sepanjang 2018.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengatakan hal ini patut diwaspadai mengingat dampaknya bisa berimbas terhadap inflasi.

"Tetapi secara umum, sistem kita sudah memiliki sistem subsidi BBM yang sudah minimum, sehingga risikonya tidak terlalu berdampak terhadap fiskal," kata Agus setelah acara Dies Natalis ke-49 Perbanas Institute, Rabu (21/2/2018).

Agus menjelaskan jika di tingkat penyaluran muncul risiko bagi Pertamina dan PLN, kedua BUMN energi tersebut akan diaudit oleh BPK. Kemudian, Kementerian Keuangan dapat mengajukan penyesuaian harga patokan minyak mentah dalam asumsi APBN kepada DPR.

Sejauh ini, BI melihat laju inflasi hingga Januari 2018 cukup terkendali pada level 3,25% dan itu masih di bawah target 3,5%. Agus yakin dampak harga minyak dunia bisa diredam selama harga volatile foods di bawah 4%--5%. "Sepanjang kita bisa jaga volatile foods di bawah 4%-5%, kita akan bisa mencapai inflasi 3,5%," tegas Agus.

Tag : Harga Minyak
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top