KABAR GLOBAL 23 FEBRUARI: Sinyal The Fed Makin Kuat, Suriah Didesak Hentikan Kekerasan di Ghouta Timur

Meningkatnya spekulasi penaikan suku bunga oleh The Fed serta desakan negara-negara Teluk terhadap Suriah untuk mengakhiri serangan udara di Ghouta Timur mewarnai pemberitaan media nasional pada hari ini, Jumat (23/2/2018).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Februari 2018  |  08:53 WIB
KABAR GLOBAL 23 FEBRUARI: Sinyal The Fed Makin Kuat, Suriah Didesak Hentikan Kekerasan di Ghouta Timur
/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Meningkatnya spekulasi penaikan suku bunga oleh The Fed serta desakan negara-negara Teluk terhadap Suriah untuk mengakhiri serangan udara di Ghouta Timur mewarnai pemberitaan media nasional pada hari ini, Jumat (23/2/2018).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Uluran Tangan Canberra untuk AS. Keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memperbaiki jalanan rusak, jembatan, dan bandar udara di negerinya berpotensi mendapatkan bantuan dari dana pensiun, yang datang 10.000 mil jauhnya dari negeri Paman Sam. (Bisnis Indonesia)

Sinyal The Fed Makin Kuat. Para pejabat Bank Sentral AS (The Fed) kompak meyakini bahwa ekonomi AS telah memiliki fundamental dan momentum yang kuat. Hal ini makin memperkuat perkiraan bahwa The Fed akan segera menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat. (Bisnis Indonesia)

Inggris Kaji Kebijakan. Para pembuat kebijakan Inggris melakukan pemeriksaan untuk cryptocurrency. Mereka akan menelusuri manfaat dan risiko uang virtual, sehingga nantinya akan dibuatkan kebijakan resmi tentang penggunaan uang digital tersebut. (Bisnis Indonesia)

Suriah Didesak Hentikan Kekerasan di Ghouta Timur. Negara-negara Teluk mendesak Suriah untuk segera mengakhiri serangan udara ke wilayah kantong pemberontak di Ghouta Timur. Arab Saudi dan rivalnya Qatar sama-sama menyerukan gencatan senjata. (Investor Daily)

General Electric akan Lepas Aset US$4 Miliar. General Electric Co. (GE) mengindikasikan akan menjual aset senilai US$4 miliar sebagai tahap awal dari bagian rencana penjualan total aset senilai US$20 miliar. Hanya manajemen perusahaan ini tidak menjelaskan secara detail atas aset yang akan dijual. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suriah, Kebijakan The Fed

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top