2032, Jokowi Prediksi Nilai Ekonomi Indonesia US$2 Triliun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan nilai ekonomi Indonesia dapat mencapai US$2 triliun dalam 14 tahun mendatang atau pada 2032.
Yodie Hardiyan | 27 Februari 2018 11:57 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde (kedua kiri), Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo melakukan blusukan ke Pasar Tanah Abang Jakarta, Senin (26/2). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, CIKARANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan nilai ekonomi Indonesia dapat mencapai US$2 triliun dalam 14 tahun mendatang atau pada 2032.

Jokowi memperkirakan nilai ekonomi Indonesia tersebut seperti tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB), dapat tercapai apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten di angka 5%-6% per tahun.

Pada saat ini, Jokowi mengatakan Indonesia telah masuk ke dalam "klub dolar triliun" atau istilah untuk menunjukkan bahwa PDB Indonesia mencapai angka US$1 triliun.

"Katakan saja pertumbuhan 5-6% per tahun, berarti ekonomi Indonesia naik 2 kali lipat. Ini orang yang sering lupa, dalam kurun 14 tahun ke depan, berarti ekonomi kita akan naik US$2 triliun paling lambat 2032," kata Presiden saat berpidato dalam acara peresmian pabrik bahan baku obat di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018).

Dalam hal nilai PDB, Jokowi mengatakan Indonesia berada di peringkat ke-16 di dunia. Hal tersebut, menurutnya, perlu disyukuri. Jokowi menambahkan banyak yang tidak sadar bahwa Indonesia memiliki nilai ekonomi yang begitu besar.

Tag : jokowi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top