Simak Tips Bagi Nasabah dan Operator ATM Untuk Mencegah Skimming

Diperlukan kerja sama yang baik antara perbankan dan pihak penyedia layanan mesin ATM untuk mencegah kejahatan skimming.
JIBI | 18 Maret 2018 07:27 WIB
Nasabah berjalan di dekat mesin anjungan tunai mandiri, di Jakarta, Senin (18/9/2017). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Diperlukan kerja sama yang baik antara perbankan dan pihak penyedia layanan mesin ATM untuk mencegah kejahatan skimming.

“Karena mesin ATM umumnya dioperasikan pihak ketiga,” ujar Kepala Pusat Studi Forensika Digital Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Yudi Prayudi dalam keterangan resmi, seperti dilansir dari Tempo.co, Minggu (18/3/2018).

Dia mengatakan pihak perbankan harus secara rutin memberikan informasi dan sosialisasi terhadap nasabah untuk selalu berhati-hati menggunakan kartu ATM, bagaimana mengenali ruang ATM standar, cara menggunakan ATM yang aman, serta call center untuk layanan informasi pengaduan terhadap pemilik kartu ATM.

Pihak penyedia mesin ATM juga melakukan pencegahan dengan cara melakukan pengecekan secara intensif dan rutin terhadap mesin-mesin ATM yang dioperasikan. Selain itu, diperlukan inspeksi terhadap bentuk fisik dari ATM dan ruangannya agar bisa mendeteksi adanya alat-alat non-standar yang dipasang di sekitar lokasi secara cepat.

Penggunaan alat-alat anti skimming juga harus dipasang oleh pengelola mesin ATM pada mesin ATM maupun di luar mesin ATM, seperti CCTV.

Solusi lainnya adalah meningkatkan standar pengamanan pada kartu ATM/debit dengan standar Europay Mastercard Visa (EMV), yaitu standard yang dibangun oleh konsorsium prinsipal Mastercard dan Visa yang telah dijadikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan standar bagi transaksi elektronik dan mencegah kejahatan skimming.

Kartu EMV dirancang untuk mengurangi kejahatan skimming dengan memasang cip EMV pada kartu.

“Cip EMV memberikan kode unik untuk setiap transaksi,” tutur Yudi.

Kodenya berbeda dengan kartu strip magnetik yang menggunakan informasi kartu ATM untuk memproses setiap pembayaran. Hanya saja, migrasi dari model kartu berbasis magnetik ke sistem cip EMV cukup mahal sehingga tidak semua penyedia jasa kartu ATM memilih teknologi ini. 

Dia juga membagikan tips bagi nasabah agar terhindar dari kejahatan skimming. Pertama, kartu ATM yang digunakan diusahakan yang menggunakan cip EMV.

Kedua, transaksi hanya dilakukan di ruang ATM yang lokasinya terpantau keamanannya, terutama di kantor-kantor perbankan.

Ketiga, melakukan pemantauan dengan seksama kondisi sekitar ruang ATM serta apabila ada benda yang mencurigakan dan tidak yakin dengan fungsi benda tersebut sebaiknya tidak melakukan transaksi di mesin ATM tersebut.

Keempat, nasabah memonitor akun perbankan pribadinya, sehingga apabila ada transaksi penarikan uang yang mencurigakan dan diragukan segera melaporkan kepada pihak bank.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kejahatan perbankan, skimming

Sumber : Tempo.co

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top