Bank Dunia: PDB Riil Indonesia 2018 Bisa Tumbuh 5,3%, Ini Tantangannya!

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan PDB riil Indonesia sebesar 5,3% pada 2018 meskipun menghadapi beberapa risiko terutama berkaitan dengan perlambatan perdagangan global dan konsumsi swasta.
Fajar Sidik | 27 Maret 2018 15:20 WIB
Karyawati beraktivitas di kantor Bank Dunia, di Jakarta, Senin (9/10). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan PDB riil Indonesia sebesar 5,3% pada 2018 meskipun menghadapi beberapa risiko terutama berkaitan dengan perlambatan perdagangan global dan konsumsi swasta.

Rodrigo A. Chaves, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste mengungkapkan pertumbuhan PDB riil Indonesia diproyeksikan sebesar 5,3% pada 2018, namun menghadapi beberapa risiko termasuk perdagangan global yang lebih lambat, serta melambatnya pertumbuhan konsumsi sektor swasta di tingkat domestik yang menjadi sumber lebih dari separuh PDB negara. Pernyataan tersebut dikutip dari laporan triwulanan perekonomian Bank Dunia yang dirilis pada hari ini, Selasa (27/3/2018).

Laporan triwulanan perekonomian kali ini memberi fokus pada pentingnya negara untuk mengumpulkan lebih banyak pendapatan dan membelanjakannya dengan lebih baik guna mendukung pertumbuhan inklusif. Selama 15 tahun terakhir, kebijakan fiskal telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menjaga stabilitas makroekonomi.

Namun, kebijakan fiskal bisa memainkan peran lebih besar untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Indonesia bisa mengurangi ketimpangan dengan meningkatkan jumlah dan efisiensi pengeluaran yang bermanfaat bagi 60% bagian terbawah keluarga Indonesia.

Sebagian besar pengeluaran ini, seperti untuk sektor kesehatan dan pendidikan, juga mengatasi ketimpangan kesempatan dan membangun fondasi untuk pertumbuhan yang kuat di masa depan.

Pada 2017, Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang kuat dengan prospek yang terus positif, menurut laporan Indonesia Economic Quarterly Bank Dunia edisi Maret 2018.

Pertumbuhan PDB riil Indonesia naik menjadi 5,2% tahun ke tahun pada kuartal keempat 2017 dari 5,1% pada kuartal sebelumnya. Untuk 2017, pertumbuhan PDB negara naik menjadi 5,1% dari 5,0% pada 2016, tingkat pertumbuhan tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Pertumbuhan yang lebih cepat pada 2017 disebabkan oleh investasi dan ekspor neto yang lebih kuat, yang terangkat oleh perdagangan global yang lebih baik, dan berlanjutnya pemulihan harga komoditas. Investasi publik juga mendukung pertumbuhan, dengan total belanja pemerintah tumbuh paling cepat dalam tiga tahun terakhir. “Kebijakan ekonomi makro yang baik telah berkontribusi pada pertumbuhan investasi yang mencapai tingkat tertinggi dalam lima tahun terakhir,” kata Rodrigo.

“Tetapi untuk mempercepat investasi secara berarti di luar sektor pertambangan, Indonesia harus mempertimbangkan menggabungkan kombinasi kebijakan yang berani dan akan berdampak yang akan membuka perekonomian,” lanjut Rodrigo.

“Untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, Indonesia perlu melakukan belanja lebih efektif untuk pendidikan, membelanjakan lebih banyak di bidang prioritas seperti infrastruktur, kesehatan, bantuan sosial, serta mengumpulkan lebih banyak pendapatan dengan cara yang efisien dan mendukung pertumbuhan agar belanja juga meningkat,” kata Frederico Gil Sander, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia.

Peluncuran Triwulan Perekonomian Indonesia Maret 2018 merupakan bagian dari Voyage to Indonesia, serangkaian acara menjelang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. yang didukung Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Tag : bank dunia, world bank
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top