Kemenkeu Klaim Kinerja Perekonomian Kuartal I/2018 Stabil

Kinerja perekonomian kuartal I/2018 diklaim masih cukup kuat, terutama didukung oleh kinerja komponen investasi dan konsumsi pemerintah. Beberapa indikator investasi seperti impor bahan baku dan barang modal serta penjualan kendaraan niaga menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.
Edi Suwiknyo | 16 April 2018 23:50 WIB
Susana di pasar tradisional di Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja perekonomian kuartal I/2018 diklaim masih cukup kuat, terutama didukung oleh kinerja komponen investasi dan konsumsi pemerintah. Beberapa indikator investasi seperti impor bahan baku dan barang modal serta penjualan kendaraan niaga menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.

Sementara itu, konsumsi pemerintah juga diperkirakan tumbuh cukup tinggi, terutama didukung oleh penyerapan yang semakin baik, khususnya belanja sosial dan belanja barang. Konsumsi masyarakat tumbuh stabil didukung oleh stabilnya daya beli masyarakat seiring laju inflasi yang terjaga.

"Meskipun terjadi tekanan pada dua bulan pertama 2018, terdapat perbaikan kinerja ekspor dan neraca perdagangan pada Maret. Perbaikan tersebut diperkirakan terus berlanjut, antara Iain didukung oleh membaiknya harga komoditas," tulis keterangan resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (16/4/2018).

Di sisi stabilitas, kinerja perekonomian Indonesia juga disebut terjaga baik. Hal ini tercermin dari tingkat harga yang stabil, khususnya inflasi inti, meski terdapat tekanan depresiasi nilai tukar pada pertengahan kuartal I/2018.

Hingga akhir kuartal I/2018, Iaju inflasi tercatat sebesar 0,99% secara year-to-date (ytd) atau 3,4% secara year-on-year (yoy). Capaian itu relatif rendah dan berada pada kisaran sasaran inflasi yang ditetapkan, yakni 3,5% plus minus 1%.

Kebijakan stabilisasi harga yang dilakukan pada kuartal I/2018 diklaim mampu meredam tekanan harga beras yang terjadi. Pemerintah menyatakan akan terus melakukan upaya stabilisasi harga, terutama menghadapi risiko tekanan inflasi menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, dengan menjamin kelancaran dan kecukupan pasokan bahan makanan.

Volatilitas nilai tukar rupiah yang cukup tinggi pada Januari dan Februari 2018 akibat pengaruh faktor eksternal, sseperti kebijakan normalisasi moneter dan proteksionisme yang dilakukan AS serta ketidakpastian permasalahan geopolitik, pun disebut telah kembali stabil pada Maret 2018 hingga saat ini. Sampai dengan 13 April 2018, rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp13.599 per dolar AS.

Tag : ekonomi indonesia
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top