LAPORAN DARI WASHINGTON : Luhut Tegaskan Indonesia Siap Gelar Pertemuan IMF–WB

Indonesia memastikan diri siap menggelar pertemuan tahunan IMF The World Bank di Bali pada Oktober mendatang, dengan telah menyelesaikan beragam persiapan.
David Eka Issetiabudi | 20 April 2018 07:50 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, WASHINGTON - Indonesia memastikan diri siap menggelar pertemuan tahunan IMF – The World Bank di Bali pada Oktober mendatang di Bali, dengan telah menyelesaikan beragam persiapan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pihaknya telah menyampaikan perkembangan terkait persiapan Pemerintah Indonesia menyambut 17.000 delegasi yang akan datang ke Annual Meeting IMF – World Bank Group mendatang.

Luhut menyampaikan hal itu  bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Dirjen Imigrasi Ronnie Sompie, dan beberapa pejabat lainnya sudah melakukan pertemuan dengan Presiden World Bank untuk menyampaikan kesiapan RI.

“Sepertinya sudah [siap] semua, tinggal berdoa saja” tuturnya di sela-sela konferensi pers persiapan Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF-WB 2018, Kamis (19/4/18).

Luhut juga kembali memastikan anggaran yang disiapkan untuk menggelar agenda besar IMF dan World Bank akan memberi  keuntungan bagi Indonesia. Pemerintah mengklaim telah memperbaiki lima destinasi wisata (Bali, Labuan Bajo, Lombok, Banyuwangi, Danau Toba) lebih cepat, karena helatan ini.

“Jadi kalau ada yang bilang agak skeptis, mengatakan Rp800 miliar itu hanya buang-buang uang, tidak benar itu,” katanya.

Kendati demikian, beberapa persiapan masih dikebut, seperti merekrut pendamping delegasi/gubernur bank sentral, dan persiapan teknis lainnya. Luhut menambahkan persoalan mengenai penerbangan juga menjadi sorotan, khususnya penerbangan Singapura – Bali.

“Makanya kami minta Garuda Indonesia menyewa Airbus yang wide body, untuk mempersiapkan yang kelas bisnis dan first class,” katanya.

Kepala Unit Khusus Pertemuan Tahunan IMF – World Bank Peter Jacobs mengatakan pemilihan pendamping delegasi/gubernur bank sentral memerlukan waktu. Pasalnya, pendamping diharapkan juga memberikan informasi yang komprehensif tentang Indonesia.

“Dari Bank Indonesia kami menyiapkan 100 orang, totalnya ada 400 orang,” katanya.

Selain itu, Bank Indonesia juga menyiapkan agenda terusan lain, seperti Festival Syariah yang digelar di Nusa Tenggara Barat. Dengan begitu diharapkan dampak ekonomi akan menyebar dan tidak hanya terpusat di Bali.

Dia menambahkan Indonesia akan menggunakan kesempatan untuk menunjukkan perkembangan terkini perekonomian nasional. Menurutnya, 189 delegasi negara yang hadir akan melihat bahwa perekonomian Indonesia lebih progresif.

“Tentunya dunia perlu tahu apa yang sudah kita lakukan selama ini,” ujarnya.

Tag : annual meeting IMF-World Bank
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top