BI Buka Opsi Kerek Suku Bunga, Darmin Sebut Bukan Akhir Semua Masalah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menganggap rencana Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan bukan hal yang perlu dipermasalahkan.
Ipak Ayu H Nurcaya | 27 April 2018 15:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (tengah) mengunjungi pameran dalam acara The 6th International Conference on Oil Palm and Environment yang bertemakan Embracing Sustainable Palm Oil: Solutions for Local Production and Global Change di Nusa Dua, Bali, Rabu (24/4). - Bisnis/Annisa Margrit

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menganggap rencana Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan bukan hal yang perlu dipermasalahkan.

Dirinya menilai, dengan rencana tersebut pun bukan berarti juga menjadi akhir dari semua masalah. "Tidak usah terlalu dianggap banyak masalah, itu bukan akhir dari semuanya ini semua kan masih panjang," katanya, Jumat (27/4/2018).

Darmin menilai langkah Bank Sentral tersebut hanya menjadi satu bagian dari menghadapi perubahan situasi global termasuk naik turunnya kurs rupiah terhadap dolar AS. Dirinya menilai masyarakat cukup hanya mempercayakan BI untuk mengambil jalan dalam menjawab persoalan.

Kemarin, BI melansir langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah pertama, Bank Indonesia memastikan tersedianya likuiditas dalam jumlah yang memadai baik valas maupun rupiah di pasar. Kedua, memantau perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian domestik. Ketiga, mempersiapkan pertahanan lapis kedua bersama dengan institusi eksternal terkait.

Selanjutnya, apabila tekanan terhadap nilai tukar terus berlanjut serta berpotensi menghambat pencapaian sasaran inflasi dan menganggu stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia akan menyesuaian suku bunga kebijakan BI7DRR.

Jumat pagi tadi (27/4) pukul 08.00 WIB,  nilai tukar rupiah di pasar spot yang dipantau melalui Bloomberg, dibuka menguat 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.875 per dolar AS. Akan tetapi, pergerakannnya berbalik tertekan di mana pada pukul 13.52 WIB nilai tukar rupiah melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.894 per dolar AS.

Tag : darmin nasution, bank indonesia, Suku Bunga
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top