Ditjen Pajak Optimistis Penerimaan Pajak Tahun Ini di Atas 90%

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak memproyeksikan penerimaan pajak tahun ini berada di atas angka 90% dari target sebesar Rp1.424 triliun. Proyeksi ini bisa dicapai dengan catatan, pertumbuhan penerimaan pajak konsisten sampai akhir tahun nanti.
Edi Suwiknyo | 17 Mei 2018 16:09 WIB
Direktur Jendral Pajak Robert Pakpahan menyampaikan materi saat acara Bahana Forum di Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak memproyeksikan penerimaan pajak tahun ini berada di atas angka 90% dari target sebesar Rp1.424 triliun. Proyeksi ini bisa dicapai dengan catatan, pertumbuhan penerimaan pajak konsisten sampai akhir tahun nanti.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Robert Pakpahan mengakui bahwa meski pertumbuhan penerimaan pajak hingga April 2018 terus menunjukkan perbaikan, target pertumbuhan penerimaan pajak pada angka 23% bukan pekerjaan mudah untuk direalisasikan. Apalagi tahun ini tidak ada 'bonus' penerimaan dari pengampunan pajak seperti yang terjadi tahun lalu.

"Kita tetap harapkan supaya bisa memenuhi target, walaupun target pertumbuhannya tinggi. Tetapi harusnya lebih dari 90%," kata Robert kepada Bisnis, Kamis (17/5/2018).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penerimaan pajak nonmigas hingga April 2018 mencapai Rp362,2 triliun atau telah mencapai 26% dari target yang dibebankan APBN. Realisasi penerimaan pajak nonmigas tersebut tumbuh hampir 12,6% dari realisasi tahun sebelumnya yakni Rp324,7 triliun.

Kinerja penerimaan pajak itu ditopang oleh kinerja sejumlah sektor yang juga menunjukkan adanya perbaikan, meskipun sebenarnya jika dibandingkan dengan kinerja Maret 2018 pertumbuhannya justru mengalami penurunan. Manufaktur misalnya, pertumbuhan penerimaan pajak dari sektor ini mencapai 11,3%, padahal pada Maret manufaktur bisa tumbuh sebesar 16,72%.

Meski demikian, otoritas pajak tetap berharap pertumbuhan penerimaan dari sektor-sektor misalnya manufaktur dan perdagangan terus mengalami perbaikan. Terlebih, kontribusi dua sektor ini ke penerimaan pajak cukup tinggi. Basis penerimaan April 2018 menunjukkan sektor manufaktur berkontribusi sebesar 28,1% dari total keseluruhan penerimaan pajak, sedangkan perdagangan mencapai 21,4%.

"Mudah-mudahan terus naik, karena tahun ini juga tidak ada penerimaan dari tax amnesty seperti tahun lalu," imbuhnya.

Adapun selain mengandalkan pertumuhan penerimaan dari sektor-sektor tersebut, otoritas pajak saat ini juga berharap bahwa data hasil dari laporan data keuangan wajib pajak dari lembaga keuangan bisa mendorong peforma penerimaan pajak.

Robert menjelaskan bahwa per april 2018, lembaga keuangan yang telah mendaftarkan ke Ditjen Pajak sebanyak 4.816 institusi, dari jumlah tersebut yang telah melaporkan data keuangan sebanyak 3.905 lembaga keuangan atau 81%.

"Sisanya akan kita teliti, mungkin ada masalah atau data yang memenuhi syarat belum tersedia," jelasnya.

 

Tag : pajak
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top