PPI China Menguat 4,1% pada Mei 2018

Inflasi pabrikan China melaju cepat dari perkiraan pada Mei 2018, ditopang oleh meningkatnya harga komoditas dan minyak mentah.
Dwi Nicken Tari | 09 Juni 2018 11:55 WIB
Pabrik baja di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, China - Reuters/William Hong

Bisnis.com, JAKARTA – Inflasi pabrikan China melaju cepat dari perkiraan pada Mei 2018, ditopang oleh meningkatnya harga komoditas dan minyak mentah.

Biro Statistik China mencatat Indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) menanjak 4,1% dari tahun sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan ekonom Bloomberg sebesar 3,9% dan perolehan pada April 2018 yang berada di level 3,4%.

Adapun indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) menguat 1,8%, atau sesuai dengan perkriraan ekonom dan kenaikan pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, melajunya PPI dan ringannya inflasi konsumen dapat menjaga margin untuk beberapa industri di China.

Namun, tidak ada tanda-tanda rebound dapat bertahan lebih lama. Pasalnya, perhitungan harga produsen diperkirakan melambat ke 3,3% pada tahun ini dari 6,3% kenaikan yang mendorong deflasi pada tahun lalu.

Larry Hu, Ekonom Macquaire Securities Ltd di Hong Kong, menyatakan reli komoditas disebabkan oleh kuatnya harga minyak dan stabilnya permintaan domestik China.

“Ekonomi telah dipertahankan dengan baik pada kuartal kedua, tapi secara gradual akan melambat pada paruh kedua tahun ini,” ungkapnya, seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (9/6/2018).

Selain itu, Biro Statistik China juga melaporkan harga-harga dari produk minyak mentah dan ekstraktor gas alam melonjak 7,5% pada Mei 2018 dari bulan sebelumnya. Kuatnya pasar baja juga mendorong harga-harga logam.

“Hal ini memberikan ruang bagi otoritas untuk membersihkan utang dari perusahaan ‘zombie’,” ujar Raymond Yeung, Kepala Ekonom untuk China di Australia & New Zealand Banking Group Ltd., Hong Kong.

Namun, Yeung tetap memperkirakan bahwa bank sentral China (PBOC) bakal mengurangi persyaratan cadangan modal perusahaan untuk menyusutkan neraca keuangan.

Tag : ekonomi china
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top