Pemerintah Fokus Perbaiki Kondisi Neraca Perdagangan

Bisnis.com, JAKARTA Pemerintah mengaku tak akan ambil pusing dengan gejolak perang dagang yang dipicu oleh pemberlakuan tarif baru impor dari China oleh Presiden Trump.
Ipak Ayu H Nurcaya | 21 Juni 2018 17:51 WIB
Aktivitas perdagangan di pelabuhan - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mengaku tak akan ambil pusing dengan gejolak perang dagang yang dipicu oleh pemberlakuan tarif baru impor dari China oleh Presiden Trump.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah hanya akan terus memantau setiap kondisi terkini dari kegiatan perdagangan Internasional yang terjadi. Sebab, dalam berbagai gejolak tidak selalu efek negatif yang bisa berimbas tetapi bisa juga malah ketiban untung.

Sementara itu, dalam 3 bulan terakhir Indonesia jelas mengalami kondisi yang melemah. Tidak hanya kurs mata uang rupiah yang terganggu tetapi juga neraca dagang yang negatif.

"Itu berarti nomor satu yang harus kita urusi ya itu mengembalikan neraca perdagangan agar kembali surplus. Kita tidak perlu terlalu fokus perang dagang orang-orang itu," katanya, Kamis (21/6/2018).

Untuk itu, Darmin mengemukakan akan terus menyusun kebijakan baik di bidang industri maupun sumber daya alam untuk memperbaiki kinerja ekspor.

Di antaranya, mendiskusikan dengan petinggi sejumlah negara yang menerapkan bea masuk tinggi seperti India pada CPO. Selain itu, pemerintah juga akan sigap membuat kebijakan anti dumping.

Sebab, dalam gejolak perang dagang ini efek dumping sangat dimungkinkan terjadi.

"Intinya dialog yang akan kita lakukan terlebih dahulu, karena kebijakan yang diterapkan harus sesuai hasil kesepakatan. Termasuk anti dumping tadi," ujarnya.

Tag : Neraca Perdagangan
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top