Pengamat: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Baik

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,11% ke level Rp14.086, hal ini dipicu kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang masih stabil.
Rinaldi Mohammad Azka | 22 Juni 2018 20:58 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,11% ke level Rp14.086, hal ini dipicu kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang masih stabil.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengungkapkan fundamental ekonomi Indonesia masih dalam kondisi baik.

"Defisit fiskal masih 2,5% terhadap produk domestik bruto, walaupun dikoreksi, target pertumbuhan ekonomi pemerintah masih baik di atas 5%, dan inflasi juga masih sesuai dengan prediksi Bank Indonesia," ungkapnya kepada Bisnis pada Jumat (22/6/2018).

Menurutnya, koreksi rupiah cukup dalam pada pembukaan pasca libur Lebaran 2018 merupakan dampak dari kenaikan suku bunga The Fed pada 31 Mei 2018 lalu. Libur membuat dampaknya terlambat.

Fenomena pelemahan ini dialami oleh seluruh pasar keuangan global. Saat ini The Fed sudah menaikkan suku bunganya dua kali dan masih ada dua kali lagi.

Menurutnya, Indonesia masih termasuk negara yang tidak mengalami pelemahan cukup dalam. "Jika dibandingkan dengan rupee India dan peso Filipina, kita masih lebih baik," tambahnya.

Dia melanjutkan normalisasi ekonomi yang dilakukan The Fed ini yang berpengaruh pada aliran modal asing di Indonesia. Ada peralihan dana asing dari pasar uang negara berkembang ke negara maju terutama ke AS.

Isu perang dagang AS dan China yang diprediksi memengaruhi volume perdagangan global juga mendorong dolar AS jadi semakin kuat.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Wardiyo, mengungkapkan pelemahan rupiah ini tidak berpengaruh terhadap inflasi. Menurut Perry, inflasi masih cukup rendah.

BI juga memandang suku bunga acuan di kisaran 4,75% dan tingkat inflasi sekitar 3,5%-3,6% cukup kompetitif dan menarik bagi investor.

Melihat fundamental ekonomi Indonesia yang masih baik, Josua pun optimis pergerakan rupiah pekan depan akan lebih baik, apalagi menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, 27-28 Juni 2018.

Dia pun memprediksi awal pekan depan pergerakan rupiah di kisaran Rp14.000-14.150.

Tag : nilai tukar rupiah
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top