AIIB Setujui Pinjaman US$250 Juta ke Indonesia untuk Bangun Sistem Irigasi

Proyek, yang dibiayai bersama Bank Dunia, bertujuan untuk merehabilitasi, merevitalisasi dan memodernisasi sumber daya air dan sistem irigasi di Indonesia. Proyek ini juga bertujuan untuk memperkuat kelembagaan irigasi dan manajemen serta meningkatkan operasi dan pemeliharaan sistem irigasi.
M. Taufikul Basari | 03 Juli 2018 19:12 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan ketika menerima delegasi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Direksi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) telah menyetujui pinjaman US$250 juta untuk meningkatkan layanan irigasi dan akuntabilitas manajemen di Indonesia.

Proyek, yang dibiayai bersama Bank Dunia, bertujuan untuk merehabilitasi, merevitalisasi dan memodernisasi sumber daya air dan sistem irigasi di Indonesia. Proyek ini juga bertujuan untuk memperkuat kelembagaan irigasi dan manajemen serta meningkatkan operasi dan pemeliharaan sistem irigasi.

Menurut rilis resmi yang Bisnis terima Selasa (3/7/2018), proyek ini akan berdampak positif kepada lebih dari 887.000 rumah tangga petani. Mereka akan mendapat pasokan dan distribusi air irigasi yang dapat diandalkan, tahan terhadap perubahan iklim, dan efisien.

“Peningkatan infrastruktur irigasi di Indonesia ini akan mendukung dan melengkapi upaya pemerintah mengembangkan ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan,” kata Vice President AIIB dan Chief Investment Officer D.J. Pandian.

Pandian juga mengklaim bahwa proyek ini menunjukkan komitmen AIIB untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial ekonomi di Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Proyek yang didanai AIIB dan Bank Dunia ini terdiri dari tiga komponen, pertama, rehabilitasi penting sistem irigasi dan drainase untuk mendukung penguatan dan rehabilitasi kelembagaan dari 100.000 hektare daerah irigasi.

Kedua, modernisasi strategis sistem irigasi dan drainase. Tujuannya, meningkatkan kemudahan layanan sistem irigasi premium melalui modernisasi manajemen dan infrastruktur dengan memperkenalkan teknologi yang lebih baik. Fokusnya adalah pada 176.000 hektare sistem irigasi Jatiluhur di Jawa Barat.

Ketiga, manajemen proyek, yakni memberikan layanan dukungan untuk pelaksanaan proyek yang tepat waktu dan efektif, termasuk pemantauan dan evaluasi, pengadaan, manajemen keuangan dan kepatuhan terhadap upaya perlindungan.

“Proyek ini akan memperbaiki dan meningkatkan sumber daya air yang ada dan infrastruktur irigasi yang merupakan tulang punggung pertanian Indonesia dan pasokan makanan pokok,” kata Direktur Jenderal Operasi Investasi AIIB Teravaninthorn.

Teravaninthorn mengatakan proyek akan secara langsung berkontribusi pada pertumbuhan sosial-ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. “Proyek ini selaras dengan mandat AIIB untuk mempromosikan pembangunan sosial dan ekonomi di Asia melalui investasi dalam infrastruktur.”

Tag : investasi, aiib
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top