Darmin: Neraca Perdagangan Juni 2018 tak mungkin Surplus

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan neraca perdagangan Juni 2018 tidak pada posisi surplus, perkiraannya bertentangan dengan prediksi Bank Indonesia (BI) yang memprediksi neraca akan surplus.
Rinaldi Mohammad Azka | 06 Juli 2018 18:52 WIB
Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan neraca perdagangan Juni 2018 tidak pada posisi surplus, perkiraannya bertentangan dengan prediksi Bank Indonesia (BI) yang memprediksi neraca akan surplus.
 
"Saya kalau Juni belum percaya. Tapi ya kita ingin jangan lama," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian hari ini Jumat (6/7/2018).
 
Seperti diketahui, neraca perdagangan Januari-Mei 2018 mengalami defisit US$1,52 miliar. 
 
Nilai defisit ini diperoleh dari posisi neraca ekspor yang tercatat sebesar US$16,12 miliar atau lebih rendah dibandingkan nilai neraca impor sebesar US$17,64 miliar. 
 
Dia pun mengakui faktor negatif terbesar datang dari sektor minyak dan gas. Dia melihat impor sektor migas perlu segera diperlambat.
 
Adapun impor migas Mei 2018 sebesar US$2,81 miliar atau naik 20,95% dari posisi impor April sebesar US$2,33 miliar.
 
Darmin pun tengah menyiapkan langkah-langkah perbaikan kinerja neraca perdagangan. Pihaknya tengah mengumpulkan informasi untuk seterusnya membentuk kebijakan perbaikan neraca perdagangan.
 
"Sehingga dalam waktu tidak lama kita ingin supaya neraca perdagangan defisitnya mengecil dan kita ubah menjadi positif," ungkap Darmin.
 
Sebelumnya ramai diberitakan, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Nanang Hendarsah memprediksi sesuai dengan tracking yang dilakukan BI terhadap data trade balance Juni 2018, neraca perdagangan mengalami surplus.
 
Menurut keterangan tersebut, impor Juni turun signifikan, sehingga trade balance Juni 2018 diperkirakan akan mengalami surplus.
Tag : Neraca Perdagangan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top