China Terkejut Dengan Ancaman Tarif Baru AS

Perilaku AS merugikan China, merugikan dunia, dan merugikan diri sendiri, ujar seorang juru bicara untuk kementerian perdagangan China.
Renat Sofie Andriani | 11 Juli 2018 14:35 WIB
Aktivitas kapal ekspor di China. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – China mengaku terkejut setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif baru terhadap barang-barang impor tambahan asal negeri Tirai Bambu.

Langkah terbaru pemerintah AS itu memicu eskalasi perang perdagangan antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut semakin memanas.

Pemerintah AS menyusun daftar produk-produk tambahan senilai US$200 miliar asal China yang direncanakan akan dikenakan tarif segera pada September.

Rencana ini dikemukakan hanya beberapa hari setelah AS memberlakukan tarif 25% terhadap barang-barang China senilai US$34 miliar pada Jumat (6/7), yang direspons oleh China dengan mengenakan tarif berukuran sama terhadap ekspor AS ke China.

Pemerintah China menggambarkan ancaman terbaru oleh AS tersebut sebagai hal yang benar-benar tidak dapat diterima dan bersifat merugikan.

“Perilaku AS merugikan China, merugikan dunia, dan merugikan diri sendiri,” ujar seorang juru bicara untuk kementerian perdagangan China dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip BBC. Dia menegaskan pemerintah China harus mengambil aksi balasan yang diperlukan.

Daftar tersebut mencakup lebih dari 6.000 produk termasuk produk makanan, mineral, dan barang-barang konsumen seperti tas. Tarif tersebut dapat berlaku setelah konsultasi publik berakhir pada 30 Agustus 2018.

Pasar saham di Asia pun melemah pada perdagangan hari ini, terbebani aksi penghindaran risiko oleh para investor di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara dua raksasa ekonomi tersebut.

Gedung Putih menyatakan rencana pengenaan tarif itu merupakan respons terhadap praktik perdagangan yang tidak adil oleh China. AS ingin China menghentikan praktik-praktik yang diduga mendorong transfer kekayaan intelektual, desain dan ide produk, ke perusahaan-perusahaan China.

Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan “tidak ada pembenaran” atas aksi pembalasan Tiongkok.

“Seperti di masa lalu, Amerika Serikat bersedia untuk terlibat dalam upaya yang dapat mengarah pada penyelesaian keprihatinan kami tentang praktik perdagangan China yang tidak adil dan atas China membuka pasarnya terhadap barang dan jasa AS,” katanya.

“Sementara itu, kami akan tetap waspada dalam membela kemampuan pekerja dan bisnis kami untuk bersaing secara adil dan timbal balik.”

 

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top