Mengapa Generasi Muda Perlu Cerdas APBN?

Kalangan generasi milenial, khususnya mahasiswa perlu meningkatkan pengetahuan dan memahami anggaran pendapatan dan belanja ngara (APBN). Hal itu perlu dilakukan agar saat terjun ke pemerintahan dan swasta memahami anggaran sesuai prosedur.
Stefanus Arief Setiaji | 24 Juli 2018 14:15 WIB
Ilustrasi APBN - Kemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA — Kalangan generasi milenial, khususnya mahasiswa perlu meningkatkan pengetahuan dan memahami anggaran pendapatan dan belanja ngara (APBN). Hal itu perlu dilakukan agar saat terjun ke pemerintahan dan swasta memahami anggaran sesuai prosedur.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Eko Suwardi mengatakan bahwa APBN merupakan sebagai instrumen pembangunan. Mahasiswa sebagai kaum muda intelektual harus memiliki bekal yang cukup akan pemahaman APBN, terkait dengan pengelolaan maupun sumber anggarannya.

Hal itu disampaikan Eko dalam Kuliah umum bertajuk Membangun Generasi Muda yang Kuat dan Generasi Muda yang Cerdas APBN yang digelar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (23/7/2018).

Dia berharap mahasiswanya bisa cerdas APBN dengan mendapatkan kuliah tersebut. Karena dengan cerdas APBN, pasti akan memanfaatkan APBN dengan sebaik-baiknya, baik ketika kelak sebagai pengusaha yang menjadi rekanan pemerintah atau sebagai pelaksana di pemerintahan. 

"Karena Pak Dirjen termasuk orang pertama yang menjalankan APBN, sehingga tahu persis apa APBN itu. Kami mendorong generasi muda agar cerdas APBN, agar ke depan bisa memanfaatkan APBN sebaik-baiknya ketika sudah terjun ke lapangan baik di pemerintahan maupun swasta," terangnya dalam keterangan resmi, Selasa (24/7/2018).

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menjelaskan, mahasiswa Fakultas Ekonomi harus mengerti struktur ekonomi Indonesia.

Penguasaan tentang struktur ekonomi sangat penting karena bisa menjadi dasar dalam menentukan kebijakan. Dengan itu mahasiswa bisa memahami sejumlah kebijakan ekonomi masyarakat. Tak terkecuali kebijakan terkait hutang Indonesia yang akhir-akhir ini banyak menuai kritik.

"Utang itu diperlukan agar pemerintah dapat menjalankan fungsi penting dan mendesak dengan lebih cepat tanpa penundaan," tegasnya.

Dia menjelaskan, perlunya utang dapat meningkatkam pertumbuhan ekonomi. Karena dalam kondisi perekonomian melamban, stimulus fiskal melalui utang dapat mendorong pertumbuhan. Kemudian pertumbuhan itu dapat mendorong peningkatan penerimaan pajak di masa mendatang, untuk dapat kembali membayar utang tersebut.

"Utang juga untuk investasi sebagai pemerataan tanggung jawab antargenerasi dalam penyediaan aset," ucapnya.

Tag : apbn, ugm
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top