KABAR PASAR 6 SEPTEMBER: Obat Defisit Dagang, Intervensi Pasar Harus Terukur

Berita tentang kebijakan penaikan tarif pajak penghasilan (PPh) terhadap barang impor serta intervensi Bank Indonesia di tengah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (6/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 06 September 2018 08:31 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menperin Airlangga Hartarto (kiri), Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya (kedua kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah), Menhub Budi Karya Sumadi dan Mendag Enggartiasto Lukita menekan tombol pelepasan ekspor komoditas Indonesia menggunakan kapal kontainer berukuran raksasa, di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang kebijakan penaikan tarif pajak penghasilan (PPh) terhadap barang impor serta intervensi Bank Indonesia di tengah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (6/9/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Obat Defisit Dagang. Kebijakan penaikan tarif pajak penghasilan (PPh) terhadap 1.090 item barang impor diyakini bakal mengikis defisit neraca dagang kronis. Namun, langkah itu juga harus dibarengi dengan upaya penguatan daya saing produk lokal dan pengamanan pasar dari serbuan barang ilegal. (Bisnis Indonesia)

JSMR Gaet Gudang Garam. Perpanjangan ruas tol Ngawi—Kertosono hingga Kediri sepanjang 27 km oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. akan dibarengi dengan pengembangan kawasan properti seluas 200 hektar yang dilakukan bersama PT Gudang Garam Tbk. (Bisnis Indonesia)

Intervensi Pasar Harus Terukur. Bank Indonesia diharapkan tetap melakukan intervensi yang terukur di tengah depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang dapat menggerus cadangan devisa. Bank Indonesia (BI) tercatat kian intensif dalam melakukan intervensi ganda di pasar surat berharga negara (SBN) dan pasar valas. (Bisnis Indonesia)

Strategi Baru Bakal Tingkatkan Kepatuhan. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak memproyeksikan kebijakan pemeriksaan yang baru bakal menambah memperbaiki kualitas pemeriksaan. (Bisnis Indonesia)

Waspada Sumbu Pendek Gejolak Pasar Finansial. Pasar saham dan mata uang negara emerging market tumbang. Keluarnya modal asing dari sejumlah negara emerging market membuat alarm krisis menyala. Sebab, pasar saham dan keuangan bisa menjadi sumbu pendek krisis ekonomi. (Kontan)

Saatnya Investor Lokal Memborong Saham. Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) hanya sementara karena fundamental emiten-emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup kokoh dan kondisi makro ekonomi domestik masih kondusif. Kondisi bearish justru harus dimanfaatkan untuk melakukan aksi beli karena harga saham sedang murah. (Investor Daily)

Tag : barang impor, Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top