BI Yakin Obat Investasi Portofolio Minus Manjur

Bank sentral meyakini defisit investasi portofolio yang mencapai US$1 miliar hanya dapat ditekan dengan mempersempit pelebaran defisit transaksi berjalan.
Hadijah Alaydrus | 11 September 2018 11:47 WIB
Mirza Adityaswara - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Bank sentral meyakini defisit investasi portofolio yang mencapai US$1 miliar hanya dapat ditekan dengan mempersempit pelebaran defisit transaksi berjalan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menuturkan selain defisit di transaksi berjalan (current account), defisit pada ekspor dan impor barang dan jasa harus dikurangi. 

 "Itu yang harus dikurangi karena defisit ditutupnya dari penanaman modal asing dan portofolio masuk," tegas Mirza di Gedung DPR RI, Senin (10/9/2018).

Saat ini, dia melihat pemerintah tengah berupaya mulai menerapkan PPh impor terhadap 1.147 barang konsumsi. Dia juga mendengar pemerintah akan menunda proyek infrastruktur yang belum dimulai dengan nilai US$15 miliar dan implementasi B20 yang akan menekan impor minyak. 

"Tinggal sekarang, kita harus lihat realisasinya pada kuartal IV utamanya dan pada 2019," ujar Mirza.

Jika semua upaya pemerintah berjalan mulus dan mulai terasa dampaknya pada 2019 bertepatan dengan mulai meredanya siklus normalisasi suku bunga Fed, Mirza yakin tekanan di defisit transaksi berjalan dapat berkurang dan arus modal portofolio kembali masuk. 

Beberapa ekonom dan pakar moneter, kata Mirza, memperkirakan kenaikan suku buka AS akan berhenti pada kisaran 3,25%-3,50% tahun depan. 

"Kalau sudah setop, pressure atau tekanan dai sentimen negatif dari kenaikan suku bunga Amerika di 2019 mudah-mudahan sudah hilang," tegasnya.

Dia berharap perang dagang bisa selesai tahun depan. 

 

Tag : bank indonesia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top