Indonesia Halal Lifestyle Optimalikan Potensi Industri Syariah

Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung pemanfaatan potensi industri syariah Indonesia melalui konferensi dan forum bisnis, Indonesia International Halal Lifestyle, yang akan diselenggarakan pada 3 - 5 Oktober 2018 di Jakarta Convention Center.
Nirmala Aninda | 24 September 2018 20:48 WIB
Pengunjung bertransaksi di gerai ritel Podjok Halal, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/12). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung pemanfaatan potensi industri syariah Indonesia melalui konferensi dan forum bisnis, Indonesia International Halal Lifestyle, yang akan diselenggarakan pada 3-5 Oktober 2018 di Jakarta Convention Center.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Anwar Bashori mengatakan konferensi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan International Monetary Fund - World Bank Meeting, Road to Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2018, dan event tahunan Indonesia International Halal Lifestyle Conference and Forum (INHALIFE).

Forum ini bertujuan untuk memberi ruang kepada regulator, industri jasa keuangan, da pelaku usaha untuk menggarap potensi ekonomi syariah dan industri halal Indonesia.

Menurut Anwar, konferensi ini tidak hanya sebagai media untuk memfasilitasi pelaku industri syariah nasional dengan industri syariah global tetapi juga dalam rangka menyusun road map pengembangan industri syariah di Indonesia.

"Kami akan selaraskan value chain industri syariah Indonesia dengan value chain industri syariah global. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi untuk setiap unit usaha syariah," ujarnya di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) Sapta Nirwandar mengatakan bahwa konferensi dan forum ini dapat memperkenalkan industri syariah atau halal lifestyle Indonesia.

"Supaya kita tidak hanya menjadi pasar bagi industri global, kita juga punya potensi untuk berkembang di pasar global," kata Sapta.

Peluang Indonesia sebagai pusat ekonomi halal sangat besar. Data Global Islamic Economic Report 2017 - 2018 menunjukkan skor indikator ekonomi Islam dan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia berada pada urutan ke-11 sedangkan Malaysia berada pada urutan pertama.

Potensi industri Halal Lifestyle secara global tercatat sebesar US$2.006 miliar pada 2016 dan diproyeksikan akan mencapai US$3.081 miliar pada 2022.

Di Indonesia sendiri sampai dengan 2016, industri syariah didominasi oleh sektor produksi makanan dengan realisasi mencapai 13% dari total potensi global atau sekitar US$250 miliar.

Sektor-sektor menjanjikan pada industri syariah nasional yang dapat digarap lebih intensif antara lain industri keuangan, produksi makanan, hiburan, pariwisata, dan fashion.

Tag : bank indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top