Jakarta Islamic Index Ditutup Menguat 2,29%

JII ditutup menguat 2,29% atau 14,41 poin ke level 643,50, setelah berakhir merosot 0,93% atau 5,88 poin di level 629,09 pada perdagangan Senin (15/10).
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 Oktober 2018 18:09 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (16/10/2018).

JII ditutup menguat 2,29% atau 14,41 poin ke level 643,50, setelah berakhir merosot 0,93% atau 5,88 poin di level 629,09 pada perdagangan Senin (15/10).

Indeks syariah mulai rebound saat dibuka dengan kenaikan 0,37% atau 2,35 poin di posisi 631,44. Sepanjang perdagangan pagi ini, JII bergerak pada level 630,21-643,50.

Sebanyak 19 saham menguat, 10 saham melemah, dan 1 saham stagnan dari 30 saham syariah yang diperdagangkan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang menguat 4,59% menjadi pendorong utama terhadap penguatan JII pagi ini, diikuti saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) yang naik 3,28%.

Sejalan dengan JII, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,28% atau 73,56 poin di level 5.800,82, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,19% atau 10,69 poin di posisi 5.737,94.

Indeks rebound setelah pada akhir perdagangan Senin (15/10/2018) ditutup melemah 0,51% atau 29,23 poin ke level 5.727,26. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.719,51-5.800,82.

Delapan dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dengan dorongan terbesar dialami sektor konsumer yang menguat 2,35%, disusul sektor infrastruktur dengan penguatan 2,14%. Adapun hanya sektor pertanian yang melemah sebesar 0,68%.

Dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 200 saham di antaranya menguat, sedangkan 195 saham melemah, dan 215 saham stagnan.

Saham-saham syariah yang menguat:

UNVR

+4,59%

TLKM

+3,28%

ASII

+1,82%

PGAS

+7,84%

Saham-saham syariah yang melemah:

INCO

-3,38%

PTBA

-1,13%

LPKR

-5,52%

TPIA

-0,44%

Sumber: Bloomberg

Tag : indeks syariah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top