Transaksi DNDF Mulai 1 November 2018

Bank Indonesia bersama dengan 11 bank pelaku pasar utama di pasar valas tengah mempersiapkan pelaksanaan transaksi DNDF, yang akan mulai dilakukan pada Kamis 1 November 2018.
Hadijah Alaydrus | 23 Oktober 2018 18:05 WIB
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia bersama dengan 11 bank pelaku pasar utama di pasar valas tengah mempersiapkan pelaksanaan transaksi DNDF, yang akan mulai dilakukan pada Kamis 1 November 2018.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan persiapan termasuk industrial testing atau simulasi untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung operasi transaksi DNDF oleh bank di front, middle, dan back office bisa berjalan efektif.

Adapun, 11 bank yang bergabung dalam simulasi atau industrial testing adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, HSBC, Maybank, Deutche, Stanchart, Bank Permata, NISP, dan UOB

Selain itu, persiapan infrastruktur termasuk pembuatan page pricing quotasi kurs DNDF pada terminal reuters, persiapan trade execution, penyelesaian legal contract, mekanisme market to market, pencatatan accounting, dan settlement.

"Bank Indonesia akan mendorong dan memastikan mekanisme pasar D-NDF berjalan dengan baik dan efisen," kata Nanang, Selasa (23/10).

Jika diperlukan, Nanang menambahkan BI akan melakukan upaya stabilisasi dalam kondisi tertentu, misalnya karena terjadi disrupsi pasar (market disruption) yang menyebabkan kurs DNDF menyimpang jauh dari level yang seharusnya

Secara teknis, dia menjelaskan pelaksanaan transaksi sama dengan deliverable forward yang sudah ada, yaitu dilakukan melalui Over The Counter (OTC) dengan menggunakan dealing system atau melalui broker.

"Hanya saja settlement dana dilakukan secara netting dalam rupiah, pada saat fixing date, yaitu dua hari sebelum kontrak DNDF jatuh waktu."

Jadi pada saat fixing date, kurs DNDF yang telah ditransaksikan akan dibandingkan dengan JISDOR.

Selisihnya tersebut akan diperhitungkan sebagai tagihan atau kewajiban bagi dua pihak yang bertransaksi.

Dalam kesempatan ini, Nanang juga menegaskan target transaksi DNDF adalah untuk menyediakan alternatif instrumen lindung nilai (hedging) dari nilai tukar bagi dunia usaha dan investor untuk memitigasi risiko fluktuasi kurs.

"Kelebihannya dari transaksi forward biasa yg ada saat ini, transaksi DNDF tidak melibatkan penyerahan dolar, tapi penyerahan rupiah dalam jumlah selisih antara kurs DNDF dan JISDOR," paparnya

BI berharap investor asing, yang biasanya melakukan hedging di pasar NDF luar negeri dan sering mempengaruhi kurs spot di dalam negeri, dapat memanfaatkan pasar DNDF ini dengan baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, bank indonesia

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top