Hasil Pemilu Paruh Waktu AS 'Gridlock', Ini Tanggapan Gedung Putih

 Kemacetan (gridlock) di dalam tubuh Pemerintahan AS tidak dapat terelakkan, dengan partai berbeda menguasai masing-masing kamar di dalam kongres.
Dwi Nicken Tari | 07 November 2018 19:08 WIB
Gedung Putih di Washington DC, AS - Reuters/Jason Reed

Bisnis.com, JAKARTA - Kemacetan (gridlock) di dalam tubuh Pemerintahan AS tidak dapat terelakkan, dengan partai berbeda menguasai masing-masing kamar di dalam kongres.

Berdasarkan perhitungan cepat dari The Associated Press pada Rabu (7/11/2018) pukul 16.09 WIB, Partai Demokrat berhasil mengamankan posisi di DPR sebanyak 219 kursi, sementara Partai Republik mengambil kendali mayoritas senat sebanyak 51 kursi.

Bloomberg melaporkan, kebanyakan dari pemenang Pileg AS tersebut terdiri dari perempuan. Sejauh ini, setidaknya 95 orang perempuan telah terpilih di pemilihan anggota kongres tahun ini, atau mencapai rekor tertingginya.

Adapun dengan kemenangan Demokrat di DPR dan Republik mengendalikan Senat, partai Presiden AS Donald Trump tampaknya telah kalah dan tergeser dari mayoritasnya di kongres.

Hal tersebut pun meredupkan peluang terwujudnya inisiatif fiskal—yang dapat mengangkat yield obligasi dan indeks dolar AS— yang ingin diupayakan oleh Pemerintahan Trump.

Kekuasaan Demokrat di DPR, yang memiliki kekuasaan lebih besar dari Senat, diperkirakan dapat menghambat beberapa agenda konservatif milik Pemerintah Trump. 

Selain itu, kemenangan Demokrat juga dapat membuka peluang dilakukannya investigasi terkait  skandal-skandal di tubuh pemerintah, kampanye Pemilu 2016, dan gurita bisnis keluarga Trump.

Adapun pemilihan ulang Trump sebagai Presiden AS pada 2020 yang masih jauh dari kata pasti pun kini akan lebih bergantung terhadap performa ekonomi dalam dua tahun ke depan.

Presiden Trump kini menghadapi pilihan fundamental, dia bisa saja mencari kesepakatan bipartisan di area-area seperti infrastruktur dan pelayanan kesehatan atau tetap mempertahankan strategi terkait imigrasi atau isu lainnya, untuk mempertahankan antusiasme dan dukungan pemilihnya.

Adapun Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders menegaskan bahwa agenda presiden tidak akan berubah dan tidak terpengaruh oleh partai mana yang menang. 

“Kami tetap menjalankan pemerintah yang fokus untuk menurunkan pajak, menumbuhkan perekonomian, menciptakan pekerjaan, mengalahkan ISIS, membangun keadilan, memperbaiki krisis yang kami miliki. Menurut saya, kami dapat bekerjasama dengan Demokrat mengenai hal itu,” ujarnya tidak lama setelah hasil pileg terkumpul pada Selasa (6/11/2018) malam, seperti dikutip Bloomberg.

Kendati demikian, ambisi Trump untuk menghapus Obamacare, membatasi imigrasi secara dramatis, dan melanjutkan penambahan pangkasan pajak dalam dua tahun ke depan akan mendapat halangan dari Nancy Pelocy, yaitu anggota Partai Demokrat yang siap mengambil kendali DPR AS sebagai Speaker of the United States House of Representatives (Ketua DPR).

“Hasil yang memungkinkan adalah agenda legislatif Trump dapat berhenti mendadak. Melihat kembali kepresidenan Obama, malam Pemilu pada 2010, agenda legislasi Obama terhenti,” kata Doug Haye, mantan juru bicara kepemimpinan DPR AS dan Komite Nasional Republikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi as, Donald Trump

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top