KABAR PASAR 21 NOVEMBER: PLN Minta Harga Khusus Gas, Defisit Transaksi Berjalan Bakal Menciut

Sejumlah berita menjadi berita utama media massa hari ini, Rabu (21/11/2018), di antaranya mengenai pengajuan harga khusus gas oleh PLN serta defisit neraca transaksi berjalan yang diperkirakan menciut.
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 November 2018 08:47 WIB
Pekerja memasang jaringan kabel ke tower milik PT PLN yang akan dialiri listrik dari PLTU IPP 3 Kendari, di Desa Pousu Jaya, Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (7/11/2018). - Antara/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi berita utama media massa hari ini, Rabu (21/11/2018), di antaranya mengenai pengajuan harga khusus gas oleh PLN serta defisit neraca transaksi berjalan yang diperkirakan menciut.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

PLN Minta Harga Khusus Gas. Setelah memperoleh harga khusus untuk batu bara US$70 per ton, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) kembali mengajukan penetapan harga khusus (price cap) gas bumi untuk pembangkit listrik menjadi US$6 per million british thermal unit (MMBtu). (Bisnis  Indonesia)

Defisit Transaksi Berjalan Bakal Menciut. Upaya bank sentral menaikkan suku bunga secara agresif pada Rapat Dewan Gubernur pertengahan November 2018 dipercaya ampuh menekan defi sit transaksi berjalan (current account defi cit/CAD) ke kisaran yang lebih rendah dari 3%. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Klaim Bantu Usaha Kecil & Koperasi. Pemerintah mengklaim revisi daftar negatif investasi (DNI) yang menjadi bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi XVI adalah untuk mendorong pengembangan UMKM-K agar dapat memperluas usahanya. (Bisnis Indonesia)

RI Bisa Nego Bea Masuk Sawit. Indonesia berpeluang menjadikan impor gula mentah dari India sebagai bagian dari barter agar produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) RI mendapatkan penurunan bea masuk ke Negeri Bollywood itu. (Bisnis Indonesia)

BEI dan OJK Atur Ulang Auto Reject Atas Saham IPO. Otoritas pasar modal nampaknya tidak mau tinggal diam melihat lonjakan saham yang baru mencatatkan diri pada hari pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI). Apalagi harga saham initial public offering (IPO) bisa meroket mencapai 70% pada hari pertama pencatatan saham di bursa. (Kontan)

Efektivitas Revisi Beleid DNI Masih Meragukan. Kebijakan pemerintah menggelar karpet merah bagi investasi asing menuai pro dan kontra. Pengusaha ragu kebijakan yang tertuang dalam revisi kebijakan daftar negatif investasi (DNI) mampu menarik investasi asing lebih besar. (Kontan)

Penerimaan Bea Cukai Akhir Tahun Minimal 94%. Realisasi penerimaan bea dan cukai selama sepuluh bulan 2018, baru mencapai Rp 144,14 triliun atau sebesar 74,26% dari target di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Walaupun demikian, pencapaian ini masih meningkat 13,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama 2017. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top