Masyarakat Optimistis Kondisi Ekonomi Indonesia Semakin Baik

Perekonomian Indonesia relatif memiliki daya tahan yang ampuh untuk meredam berbagai gejolak yang terjadi bila dibanding negara lain di lingkup negara-negara Asia Tenggara maupun Asia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 November 2018  |  10:25 WIB
Masyarakat Optimistis Kondisi Ekonomi Indonesia Semakin Baik
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Perekonomian Indonesia relatif memiliki daya tahan yang ampuh untuk meredam berbagai gejolak yang terjadi bila dibanding negara lain di lingkup negara-negara Asia Tenggara maupun Asia.

Demikian dikemukakan  Direktur Eksekutif Tali Foundation dan Praktisi Ekonomi Digital, Jusman Dalle dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (30/11/2018).

Dia mencontohkan pergerakan nilai tukar rupiah yang masih aman dan mendapat respons yang cepat oleh otoritas moneter dan pemerintah.

"Nilai tukar rupiah kembali perkasa beranjak meninggalkan nilai psikologis Rp15.000/USD. Situasi ekonomi yang terkendali seperti ini yang menguatkan optimisme terhadap ekonomi Indonesia," ujar Jusman.

Dia juga merujuk pada hasil Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis beberapa waktu lalu yang mengungkap bahwa 70,3% masyarakat menilai ekonomi dalam keadaan baik-baik saja. Optimisme tersebut cenderung menguat dibanding survei serupa yang pada bulan Agustus saat situasi ekonomi dalam keadaan baik, yakni sebanyak 62,5%.

Menurut Jusman, optimisme rakyat dan pemerintah merupakan kekuatan untuk mengarungi tahun politik. Pasalnya, agenda politik lima tahunan tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan pembangunan ekonomi dengan kompleksitas problem yang menumpuk.

"Persoalan ekonomi bukan semata soal menaikkan gaji pegawai, memotong pajak kendaraan atau menyediakan sembako dengan harga terjangkau," ujarnya.

Jusman menuturkan bahwa kompleksitas masalah ekonomi yang dihadapi saat ini jauh lebih dalam. Mulai dari gap pembangunan antar wilayah, ketimpangan pendapatan, konektivitas, infrastruktur hingga pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Berbagai persoalan tersebut , katanya, tengah berupaya diurai satu persatu dan ditemukan pangkal masalah dan solusinya.

"Kita optimistis bahwa kapasitas pemerintah dan energi rakyat jauh lebih besar dari tumpukan problem tersebut," ujarnya.

Sebagai negara yang menyandang predikat pasar berkembang, kata Jusman, Indonesia sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk membuka potensi pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur merupakan aspek vital untuk mengakselerasi orkestra pembangunan, menebarkan pemerataan dan menjalin konektivitas antar wilayah.

"Intinya infrastruktur menjadi fondasi untuk scale up ekonomi Indonesia ke level negara maju," ujarnya menegaskan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Pertumbuhan Ekonomi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup