Avrist Assurance Antisipasi Negative Spread

Bisnis.com, JAKARTA — PT Avrist Assurance menilai kondisi negative spread pada hasil investasi industri asuransi jiwa syariah dipengaruhi oleh sentimen global.
Leo Dwi Jatmiko | 09 Januari 2019 16:32 WIB
Asuransi Avrist

Bisnis.com, JAKARTA — PT Avrist Assurance menilai kondisi negative spread pada hasil investasi industri asuransi jiwa syariah dipengaruhi oleh sentimen global. 

Dalam kondisi seperti ini, perseroan memilih melakukan diversifikasi portofolio yang disesuaikan dengan profil kewajiban perusahaan serta menempatkan sebagian investasi ke dalam produk investasi beresiko lebih rendah seperti deposito dan obligasi. 

Per November 2018, imbal hasil investasi industri asuransi jiwa syariah tercatat minus Rp415 miliar. Hasil investasi yang mengalami negative spread telah terjadi sejak Maret dan terus berlangsung hingga menjelang akhir tahun.

Meskipun kondisi tersebut tidak dialami oleh Avrist Assurance, Head of Sharia Business Unit Avrist Assurance Muhammad Jasmin mengatakan bahwa perseroan akan melakukan diversifikasi portofolio investasi untuk mengantisipasi risiko.

“Hal ini dilakukan guna mengantisipasi pergerakan harga pasar saham syariah yang masih mencatatkan kinerja negatif di akhir 2018,” kata Jasmin kepada Bisnis, Selasa (8/1/2019). 

Berdasarkan catatannya, kondisi pasar saham syariah hingga akhir November 2018 tercatat masih menunjukkan kinerja negatif. Berdasarkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat  -6.1% year to date (ytd) sedangkan pada Jakarta Islamic Indeks JII -12.7% ytd.

Tag : pt avrist assurance
Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top