Perluas Ekspansi Bisnis, Payoneer Mampu Proses Pembayaran 150 Valuta Asing

Payoneer membantu mengatasi pengusaha mengatasi hambatan bisnis dengan layanan pembayaran lintas negara.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 24 Agustus 2019  |  06:03 WIB
Perluas Ekspansi Bisnis, Payoneer Mampu Proses Pembayaran 150 Valuta Asing
Ilustrasi teknologi finansial. - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- Payoneer terus mengembangkan bisnisnya ke ranah global. Kini, platform financial technology (fintech) tersebut mampu memproses pembayaran dalam 150 valuta asing di lebih dari 200 negara.

Head Regional untuk Payoneer Asia, Bangladesh, dan Pakistan Miguel Warren mengatakan penyedia layanan pembayaran berbasis digital ini terus berusaha untuk memberdayakan para pengusaha dan pekerja lepas profesional.

"Serta usaha mikro, kecil, dan menengah untuk membawa bisnis mereka ke ranah global. Untuk itu, kami memproses pembayaran dalam 150 valuta asing pada lebih dari 200 negara dan wilayah,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (23/8/2019).

Menurut Warren, Payoneer membantu pelbagai bisnis dalam mengatasi hambatan terkait dengan pembayaran lintas negara dengan menawarkan nilai tukar mata uang asing yang diklaim lebih baik dibandingkan metode pembayaran tradisional. Dengan keunggulan tersebut, platform digital ini diklaim dapat melayani pembayaran business-to-business bagi para penggunanya dan dengan waktu pemrosesan yang juga berlangsung singkat, yaitu 2 jam.

“Kami menyediakan metode pembayaran yang cukup sederhana untuk membantu para pengusaha online dalam menerima dana langsung dari klien internasional,” tuturnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan jumlah pengguna fintech sebesar 16 persen dibandingkan tahun lalu.

“Sejak 2014, jumlah pengguna Payoneer di Indonesia telah mengalami pertumbuhan dengan angka rata-rata 70 persen setiap tahun," sebut Warren.

Dalam periode yang sama, volume transaksi yang diterima dari pengguna di Indonesia juga mengalami peningkatan, yakni hampir 120 persen dari tahun ke tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top