Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas menjelaskan produk Jenius, aplikasi teknologi finansial (tekfin) milik Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), kepada pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Rachman
Premium

Saat Bank Ikut Adu Kuat di Pinjaman Online

29 Agustus 2019 | 09:46 WIB
Umumnya perbankan mulai mendesain produk kredit tanpa agunan atau KTA dengan metode pengajuan berbasis aplikasi berikut kemudahan persetujuan dan kecepatan pencairan layaknya P2P lending.

Bisnis.com, JAKARTA — Persaingan lembaga keuangan tampaknya mulai sengit. Tak hanya antar perbankan yang umumnya perang bunga dan penarawan lainnya, kini bank pun mulai unjuk gigi menawarkan pinjaman online atau pinjol guna menjawab tantangan dari lembaga keuangan termodern berbasis tekfin.

Umumnya perbankan mulai mendesain produk kredit tanpa agunan atau KTA dengan metode pengajuan berbasis aplikasi berikut kemudahan persetujuan dan kecepatan pencairan layaknya P2P lending. Adapun perbankan yang sudah resmi mendesain KTA online yakni Bank DBS dan Pinang milik BRI Agro. Namun, kini tak sedikit perbankan yang mulai menawarkan pinjaman online murni.

Misalnya saja, Bank BTPN melalui bank digital andalannya Jenius. Meski masih dalam tahap uji coba pada nasabah yang terpilih saja, tetapi Jenius mengklaim perkembangan pinjaman online bernama FlexyCash sudah mencapai angka puluhan miliar.

Direktur Bank BTPN Hanna Tantani mengatakan perseroan memiliki target tahun ini FlexyCash dapat dirilis resmi dan dinikmati semua nasabah Jenius.

Menurut Hanna, FlexyCash kini baru disalurkan pada 2.500 pengguna Jenius dengan nilai sekitar puluhan miliar. Dia memastikan perseroan menggunakan teknolog artificial intelligence (AI) untuk credit scoring, maupun analisis risikonya.

“BTPN yang relatif baru sudah mencatatkan perkembangan yang baik, kontribusi pada dana pihak ketiga atau DPK perseroan sebesar 5 persen per Juni 2019 atau Rp4,88 triliun.Sementara FlexyCash yang masih uji coba penyalurannya sekitar puluhan miliar,” katanya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Senin (27/8).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top