Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Premium

Presiden Jokowi pun Bertanya Kapan Bunga Turun

07 November 2019 | 13:50 WIB
Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah dilakukan berkali-kali, tapi belum diikuti oleh suku bunga bank. Apa sebabnya?

Bisnis.com, JAKARTA — Pada akhir Oktober 2019, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan keputusan bank sentral untuk kembali memangkas suku bunga acuan.

Kebijakan tersebut konsisten dengan perkiraan inflasi yang terkendali dan imbal hasil keuangan domestik yang tetap menarik serta langkah preemptive lanjutan untuk momentum mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perlambatan ekonomi global," paparnya dalam konferensi pers, Kamis (24/10/2019).

Dengan demikian, BI 7-Day (Reverse) Repo Rate (BI-7DRR) turun 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen. Keputusan ini sekaligus menjadi pemangkasan suku bunga acuan untuk yang keempat kalinya secara berturut-turut sejak Juli 2019.

Namun, penurunan BI-DRR hingga 100 bps ternyata belum sepenuhnya diikuti oleh pergerakan suku bunga kredit bank. Berdasarkan data BI, suku bunga kredit perbankan masih berada di level 10,64 persen pada September 2019, atau hanya turun tipis dari posisi Januari 2019, yang sebesar 10,88 persen. (lihat infografis)

Hal ini pun mendapat kembali perhatian dari Presiden Joko Widodo. Lagi-lagi, Kepala Negara meminta perbankan untuk menurunkan suku bunga kreditnya.

“Saya mengajak memikirkan secara serius untuk menurunkan suku bunga kredit. Negara lain sudah turun, turun, turun. [Di] Kita, BI Rate sudah turun, [tetapi] banknya belum. Saya tunggu,” kata Jokowi di hadapan bankir dalam acara pembukaan Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top