Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Premium

Bendera Putih Jiwasraya dan Proposal Bailout Rp33 Triliun

08 November 2019 | 11:06 WIB
Setelah didera krisis keuangan bertahun-tahun, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melambaikan bendera putih dan memohon bantuan dana talangan (bailout) sebesar Rp32,89 triliun untuk memulihkan rasio keuangan yang negatif.

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah didera krisis keuangan bertahun-tahun, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melambaikan bendera putih dan memohon bantuan dana talangan (bailout) sebesar Rp32,89 triliun untuk memulihkan rasio keuangan yang negatif.

Hal tersebut diungkapkan oleh manajemen Jiwasraya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Kamis (7/11/2019). Rasio kecukupan modal tertanggung risiko (risk based capital/RBC) perseroan tercatat minus 805 persen. Padahal standar minimal RBC perusahaan 120 persen.

Anggota Komisi XI DPR Rudi Hartono Bangun menyampaikan bahwa pihak Jiwasraya telah mengungkapkan berbagai permasalahan dan kondisi keuangannya yang terkini. Selain itu, disampaikan adanya akumulasi kerugian sejak sekitar 1990-an.

Puncak masalah kemudian mencuat ke publik saat Jiwasraya menyampaikan gagal bayar klaim senilai Rp800 miliar pada Oktober 2018.

Atas kondisi yang terus memburuk hingga hari ini, Jiwasraya kemudian memohon bailout kepada pemerintah dengan nilai sekitar Rp32,89 triliun atau nyaris Rp33 triliun untuk memperbaiki siklus keuangan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top