Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi pegawai Bank Artha Graha - artagraha.net
Premium

Aksi Diam Jamkrindo dan Pengharapan Bank Artha Graha

14 November 2019 | 15:27 WIB
Bank Artha Graha menduduki posisi paling atas dalam mencetak kredit bermasalah, yakni rasio kredit bermaslah (non-performing loan/NPL) 88%. Lonjakan NPL tersebut tergolong tertinggi sepanjang progam KUR digulirkan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. dirundung kenaikan kredit bermasalah dari penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tak tanggung-tanggung rasio kredit bermasalah (non-performing loan) mencapai 88 persen.

Manajemen Bank Artha Graha menyalahkan pihak PT Jamkrindo (Persero) yang belum memberikan penjelasan mengenai pengajuan klaim kredit bermasalah.

Setelah melakukan wawancara dengan pihak Bank Artha Graha, Selasa (12/11/2019), Bisnis telah berulang kali mencoba menghubungi pihak Jamkrindo, tetapi tidak mendapat respons.

Pada Kamis (14/11/2019) siang , Corporate Secretary Jamkrindo Abdul Bari menghubungi Bisnis. Dia menyampaikan bahwa perseroan masih belum dapat memberikan tanggapan, dan penjelasan terkait dengan masalah klaim Bank Artha Graha.

"Kami belum bisa memberikan statement, sementara belum bisa memberikan penjelasan apa-apa, ada proses yang harus kami selesaikan di internal dan belum bisa kami sampaikan," katanya.

Seperti diketahui, lonjakan kredit bermasalah pada program kredit bersubsidi pemerintah, membuat bank yang dikendalikan oleh taipan Tomy Winata itu dihentikan sementara dari penyalur KUR.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top