Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kasir Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menghitung uang rupiah.  - Bisnis.com
Premium

BPR Riwayatmu Kini... Hidup Segan, Mati Tak Mau

27 November 2019 | 19:30 WIB
Hidup segan, mati tak mau. Peribahasa ini mungkin cocok digunakan untuk menggambarkan kondisi mayoritas bank perkreditan rakyat (BPR) saat ini.

Bisnis.com, JAKARTA -  Hidup segan, mati tak mau. Peribahasa ini mungkin cocok digunakan untuk menggambarkan kondisi mayoritas bank perkreditan rakyat (BPR) saat ini.

Keterbatasan modal yang berujung pada minimnya ruang gerak membuat banyak BPR gulung tikar dan ditutup otoritas. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia dari OJK, jumlah BPR turun dari 1.598 bank pada September 2018 menjadi 1.578 bank pada September tahun ini.

Tren penurunan ini bahkan sudah terjadi sejak 2016. Hal ini mungkin menjadi dasar OJK mendorong konsolidasi bank tipe ini segera dilakukan.

Upaya itu dipacu OJK seiring dengan makin dekatnya tenggat bagi BPR untuk memenuhi target minimum modal, seperti diatur dalam Peraturan OJK Nomor 5/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Pemenuhan Modal Inti Minimum BPR.

Sebagai catatan, otoritas memberi tenggat waktu bagi tiap BPR untuk memiliki minimal modal inti Rp6 miliar hingga 31 Desember 2019. Bagi BPR yang saat ini bermodal inti kurang dari Rp3 miliar, tenggat diperpanjang OJK hingga akhir 2024.

Jika ada BPR yang tak bisa memenuhi ketentuan tersebut, maka sanksi seperti penurunan tingkat kesehatan, larangan membuka jaringan kantor, hingga pembatasan remunerasi untuk direksi akan diberikan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top