Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi logo Bank Amar
Premium

Menakar Keberanian Bank Amar Melantai di Bursa Jelang Injury Time

17 Desember 2019 | 18:29 WIB
Di tengah kecilnya minat pelaku industri perbankan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia tahun ini, satu bank kecil PT Bank Amar Indonesia Tbk. justru memecahkan rekor di masa injury time atau tutup tahun.

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah kecilnya minat pelaku industri perbankan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia tahun ini, satu bank kecil PT Bank Amar Indonesia Tbk. justru memecahkan rekor di masa injury time atau tutup tahun.

Hal ini menunjukkan masih adanya optimisme pelaku industri perbankan untuk dapat melakukan ekspansi pada tahun depan dengan penggalangan dana masyarakat dari pasar saham.

Berdasarkan catatan Bisnis, pada tahun ini, beberapa bank yang berencana melantai di bursa (initial public offering/IPO) a.l. PT Bank Mayora, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo, PT Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Akan tetapi, rencana aksi korporasi tersebut belum dapat terealisasi akibat belum mendapat persetujuan pemegang saham serta kondisi pasar yang belum kondusif untuk melantai di bursa.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Marutho menjelaskan kondisi pasar masih belum kondusif bagi bank untuk melantai di Bursa. 

"Namun, optimismenya Bank Amar bisa dijadikan acuan bahwa masih ada yang prospektif untuk menjalankan bisnis tahun depan. Saya rasa bagus sekali," katanya, Senin (16/12/2019).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top