Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung mengamati kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Kamis (3/5/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Premium

Mengintip Eksistensi Kartu ATM Berlogo Garuda

09 Januari 2020 | 16:12 WIB
Kinerja kartu debit memang tengah memasuki tantangan besar karena mun­culnya tren pembayaran baru melalui uang elektronik atau kode QR yang diyakini lebih mudah dan murah. Namun, kehadiran GPN diyakini masih diharapkan bisa mendukung misi sistem pembayaran yang berdaulat ke depan.

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah memasuki tahun ketiga dari implementasi program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), pelaku industri perbankan masih harus terus berpacu melakukan penyebaran kartu berlogo kepala Garuda tersebut kepada masyarakat.

Meskipun memiliki keunggulan berupa biaya merchant discount rate (MDR) yang lebih rendah, nyatanya program GPN belum mampu meningkatkan transaksi kartu debit perbankan, baik dari segi jumlah maupun nominal.

Malah, transaksi kartu debit hingga pengujung 2019 melanjutkan tren tumbuh melandai satu digit. Per November 2019, Bank Indonesia mencatat volume kartu ATM/debet naik 4,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 582,13 juta transaksi, sedangkan secara nominal tumbuh lebih kecil atau 2,2% yoy menjadi Rp606,20 triliun.

Kinerja kartu debit memang tengah memasuki tantangan besar karena mun­culnya tren pembayaran baru melalui uang elektronik atau kode QR yang diyakini lebih mudah dan murah. Namun, kehadiran GPN diyakini masih diharapkan bisa mendukung misi sistem pembayaran yang berdaulat ke depan.

Bank Indonesia mencatat transaksi kartu debit berlogo GPN terus melaju menutup 2019, bahkan diproyeksikan transaksi pada 2020 akan melanjutkan tren positif tersebut.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top